BATULICIN, banuapost.co.id– Pemkab Tanah Bumbu mengalokasikan Rp 13 miliar untuk tangani Civid-19. Angka ini melonjak Rp 8 miliar dari yang dicanangkan sebelumnya.
Angka sebesar itu terungkap setelah teleconference Ketua Tim Gugus Tugas CoVid-19 Tanbu, Rooswandi Salem, dengan Dirjen Otda Kemendagri, Jumat (3/4).
“Pemkab Tanbu menambah dana operasional penanganan dan pencegahan Covid-19 sebesar Rp 13 miliar,” tandas Rooswandi yang juga Sekdakab Tanah Bumbu itu.
Teleconference itu sendiri kemendagri fokus untuk memastikan semua daerah menindaklanjuti instruksi presiden dalam melakukan antisipasi dan relokasi dana untuk penanganan Covid-19.
Menurut Andi, sapaan akrab Sekdakab Tanbu itu, jika sebelum alokasi hanya Rp 5 liliar, setelah mencermati kondisi terkini, anggaran pun terpaksa dinaikan menjadi Rp 13 miliar. Jadi ditambah Rp 8 miliar.
“Dana tersebut kita peroleh dari APBD. Salah satunya berasal dari dana perjalanan dinas ASN dan dewan. Pemotongannya sekitar 30 persen,” jelas Andi/
Dana tersebut, lanjut Andi, kemudian dialokasikan ke anggrana tak terduga, yang sewaktu-waktu dapat digunakan untuk penanganan Covid-19.
Sementara data di Tim Gubus Tugas Penanganan Covid-19 Tanbu, Orang Dalam Pemantauan (ODP) melonjak menjadi 125 orang. Sehari sebelumnya, Kamis (2/4), tercatat hanya 34 orang.
Sedang Pasien Dengan Pengawsan (PDP) yang terkonfirmasi positif virus korona di wilayah Tanah Bumbu, tidak ada. (jak/foto: jam)