BANJARMASIN, banuapost.co.id– Vaksinasi Covid-19 yang dilakukan Pemprov Kalsel, selain sasar santri dan rumah ibadah, juga ibu hamil.
Gencarnya vaksinasi ini untuk menekan angka risiko penularan, bahkan kematian akibat Covid-19 kepada ibu hamil.
Penyuntikan dosis pertama yang belangsung di Gedung Mahligai Pancasila, Rabu (8/9) pagi, diberikan kepada 50 perwakilan ibu hamil. Vaksinasi disaksikan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dan istri, Hj Raudhatul Jannah serta jajaran Forkopimda.
Menurut Kadinkes Kalsel, M Muslim, sebaaimana surat edaran yang diterbitkan Kemenkes No: HK 02.01/I/ 2007/2021, ada 3 jenis vaksin yang aman untuk ibu hamil.
“Pemberian vaksinasi kepada ibu hamil dijamin aman sesuai SE Kemenkes,” tandasnya.
Aturan pemerintah pusat, lanjut Muslim, pemberian dosis pertama untuk ibu hamil dengan usia kandungan 13-33 minggu atau telah melewati trisemester pertama.
“Sedang jenisnya ada tiga yang dibolehkan, yaitu Sinovac, Moderna dan mRNA Pfizer. Yang hari ini kita gunakan itu Sinovac,” jelas Muslim.
Begitupun poses skrining terhadap ibu hamil yang akan divaksin, samung Muslim, harus dilakukan secara rinci dan teliti. Lebih detail ketimbang skrining vaksinasi lainnya.
“Hal ini dilakukan untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan terhadap ibu maupun calon bayinya,” tegasnya.
Di Kalsel, imbuh Muslim, setidaknya ada 80 ribu ibu hamil. Namun yang memenuhi syarat untuk vaksin hanya 25 ribu.
“Untuk target ibu hamil divaksin, Insyaallah tercapai dan lancar semua,” katanya.
Sementara Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor mengatakan, pemerintah akan terus mendorong peningkatan vaksinasi, terutama di kalangan yang cukup rentan seperti ibu hamil, guna mencegah kembali melonjaknya kasus Covid-19 yang kini mulai melandai.
“Diharapkan dengan vaksinasi untuk ibu hamil, kita dapat menekan angka kematian serta dapat melindung si ibu dan calon bayi dari virus Covid-19. Apalagi Banjarmasin, Banjarbaru dan Kotabaru yang merupakan wilayah Kalsel masih PPKM Level 4,” tutur Paman Birin, sapaan akrabnya. (oie/foto: ist)