PELAIHARI, banuapost.co.id– Pemkab Tala jadikan eks Gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Boejasin Pelaihari sebagai sentra vaksinasi. Sebelumnya, RSHB ini dijadikan Fasilitas Pelayanan Khusus (Fayansus) Covid-19.
Dijadikannya eks RSHB sebagai sentra vaksinasi merupakan upaya Pemkab Tala untuk menggenjot capaian vaksinasi yang selama ini dinilai cukup lamban.
Hingga Kamis (21/10), jumlah warga Tala yang sudah divaksin baru mencapai 23 persen atau sekitar 60 ribu dari target 269.965 orang.
Kondisi masih lambatnya capaian target itu dikemukakan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Tala, Antonius Jaka, saat mengikuti Zoom Meeting dengan Presiden Joko Widodo, Kamis (21/10).
Pada kesempatan itu, selain berjanji akan mendistribusikan vaksin ke Tala, presiden juga menyampaikan target 70 persen yang harus dicapai kabupaten/kota pada akhir 2021.
Menanggapi hal ini, Bupati Tala H Sukamta mengatakan, siap memenuhi target dengan catatan vaksin tersedia . Sehingga vaksinator dapat bekerja dengan lancar.
Menurut bupati, saat ini antusiasme warga untuk mengikuti vaksinasi sangat tinggi. Mulai dari puskesmas di seluruh kecamatan, selalu dipadati warga yang ingin mendapatkan suntikan vaksin.
“Masyarakat antusias untuk divaksin, sehingga setiap hari selalu ada warga yang terpaksa menunggu hari berikutnya,” ujar bupati.
Salah satu contoh, lanjut Kamta, sapaan akrabnya, terlihat sekarang ini. Dari target 1.800, yang datang mencapai 2.300 orang.
Meski demikian, bupati tetap mengimbau kepada warga yang masih ragu-ragu untuk segera mengikuti vaksinasi. Karena vaksinasi dilakukan sebagai ikhtiar melindungi masyarakat Tala dari paparan virus vorona.
“Jadi kalau ketersediaan vaksin lancar, saya yakin kita dapat memenuhi target tersebut,” tandasnya.
Sementara, Kadinkes Tala, Hj Nina Sandra, membenarkan kendala yang dihadapi tim vaksionator menyangkut ketersediaan vaksin. Akibatnya, jadwal vaksinasi pun terputus-putus.
“Intinya, kami bersama 19 puskesmas yang ada, siap menjalankan tugas selama persediaan vaksin ada,” tegasnya.
Disinggung dijadikannya eks Gedung RSHB yang sebelumnya Fasyansus menjadi Sentra Vaksinasi Covid-19, menurutnya merupakan permintaan bupati dengan tujuan untuk lebih mempercepat capaian herd immunity atau kekebalan kelompok di Tala.
“Sentra vaksinasi ini untuk memperkuat puskesmas-puskesmas yang melayani vaksinasi. Sehingga capaiannya dapat berjalan sesuai harapan,” katanya. (zul/foto: ist)