PELAIHARI– Sebuah kandang ayam di RT 2 Desa Tampang, rata dengan tanah akibat diamuk ”si jago merah”, Jumat (27/7) malam. Untungnya saat musibah, ayam tinggal 50 ekor karena yang lainnya sudah dipanen.
Meski tidak beserta ayam piaraan, kerugian Sugito, pemilik kandang, ditaksir mencapai Rp400 juta. Karena peralatan di dalam kandang masih dalam kondisi baru dan kandang menggunakan atap seng, bukan atap daun atau kajang.
Kandang ayam Sugito terletak di belakang rumahnya, di Desa Tampang. Dibangun membentuk leter u dengan masing-masing bangunan 8 kali 25 meter.
Sebelum mengetahui kandangnya terbakar pada pukul 20:00 Wita, Sugito mengaku mencium bau dari arah belakang rumahnya disusul dengan lampu tiba-tiba padam.Ia sempat mencoba menyalakan lampu, namun kembali padam.
“Karena tetap padam ketika saya hidupkan, saya baru ingat kalau ada kabel yang mengarah ke kandang ayam. Saya melihat api sudah menjalar sampai ke atas atap,” kata Sugito yang terlihat masih tegar meski mengalami kerugian ratusan juta rupiah.
Sugito mengaku kalau dirinya terlambat meminta bantuan petugas pemadam kebakaran, karena panic. Pemadam tiba di lokasi setelah mendapat telepon dari mantan Kepala Desa Tampang.
Petugas pemadam kebakaran dari BPBD Tala, Satpol PP dan Damkar serta pemadam swadaya, tiba di lokasi beberapa menit kemudian setelah api sudah menghabiskan tiga banguan kandang.
Petugas pemadam kemudian melakukan pendinginan dan membasahi pepohonan yang ada di sekitar kandang ayam yang terbakar.
Penyebab kebakaran masih belum diketahui pasti, namun menurut Sugito, kuat dugaan asal api akibat hubungan arus pendek atau korsleting. (zkl/foto: zul yunus)