BANJARMASIN– Seorang pria yang diduga pelaku pencurian sepeda motor, Hairil Anwar alias Boy (35), warga Gg Bambu RT 19, Jl Geriliya, Banjarmasin Selatan, terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan di kaki kanan.
“Penangkapan Boy berawal dari laporan korban pencurian motor, M Indra Maulana (28), yang kehilangan sepeda motor di kawasan Jl Cemara Ujung, Banjarmasin Utara,” ujar Kapolresta Banjarmasin melalui Kasatreskrimnya, AKP Ade Papa Rihi, Jumat (28/9) siang.
Setelah dilakukan penyelidikan, lanjut Ade Papa, pelaku curanmor itu mengarah ke Boy. Kemudian saat mau diringkus, di kawasan Gg Rahmi, Kelayan A, petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dengan menembak kaki pelaku karena sempat melakukan perlawanan.
Dari hasil pemeriksaan sementara, menurut Ade Papa, selain kasus di Cemara Ujung, ternyata Boy juga diduga terlibat di 11 TKP lainnya selama 2018 di Kota Banjarmasin. Hal tersebut diketahui dari sejumlah rekaman CCTV di lokasi pencurian yang dilakukan Boy.
“Ada beberapa rekaman CCTV yang kita miliki. Pelakunya orang yang sama. Jadi total ada 12 pencurian yang sudah dilakukannya,” jelas Ade.
Namun dari 12 kasus curanmor, sambung Ade Papa, polisi baru mengamankan satu sepeda motor milik korban sebagai barang bukti. Serta satu sepeda motor lagi yang biasa digunakan pelaku saat beraksi.
Ade Papa tak menampik sudah memgantongi identitas penadah barang curian hasil jarahan Boy. Namun yang bersangkutan saat ini masih diamankan Ditresnarkoba Polda Kalsel karena terjerat kasus narkoba.
Sementara Boy yang mengaku sehari-hari bekerja sebagai pemulung barang bekas, belajar mencuri sepeda motor menggunakan kunci leter ‘T’ hasil dari melihat tayangan televisi dan youtube.
“Saya mencuri kalau kepepet perlu uang saja,” kata Boy.
Menurutnya, sepeda motor yang paling mudah dicuri jenis matik, dan dijual ke penadah seharga Rp 1 juta. (emy/foto: iman)