MARTAPURA– Lagi-lagi hanya dengan hitungan jam, kasus pembunuhan diungkap jajaran Polda Kalsel. Setelah kasus Lok Baintan, kali ni kasus tewasnya seorang wanita, Ny Levie Prisilia (35), dalam mobil Suzuki Swift di kawasan A Yai Km 11,8 Gambut, Jumat (23/11).
Ny Levie yang ditemukan dengan luka menganga di leher di dalam mobil pribadinya, DA 1879 TN, sempat membuat geger warga kawasan dekat Hotel Aston Banua itu.
Sementara pelakunya, Her (25), dibekuk dan dihadiahi pelor di kaki sebelah kiri oleh tim gambungan baik dari Reserseum Polda kalsel, Serse Polres Banjar, dan personel Reskrim Polsek Gambut.
Menurut Kapolres Banjar, AKBP Takdir Mattanete, pelaku ditangkap di rumahnya, Jl Martapura Lama, Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.
“Pelaku ditangkap dini hari tadi sekitar pukul 00:00 Wita,” jelas kapolres.
Penangkapan pelaku, sambung Takdir yang didampingi Kasatreskrimnya, AKP Sofyan, dipimpin langsung Direskrimum Polda Kalsel, Kombes Sofyan Hidayat.
Dibekuknya pelaku dengan begitu singkatnya tak ditampik Takdir setelah serangkaian penyelidikan di tempat kejadian dan keterangan sejumlah saksi hingga diketahui identitas pelakunya.
“Kami juga menyita barang bukti, di antaranya sebuah gunting yang digunakan pelaku,” ujar Takdir.
Sementara untuk motifnya sendiri, menurut Takdir, karena pelaku tersinggung dengan ucapan korban saat di dalam mobil ketika keduanya bertemu di TKP.
“Korban minta tolong secara spiritual kepada pelaku agar sikap suaminya baik, tetapi belum berhasil. Korban kemudian mengajak pelaku bertemu, Kamis malam di lokasi kejadian,” papar Takdir.
Saat berbincang dalam mobil, rupanya korban mengeluarkan kata-kata yang menyinggung, sehingga pelaku marah dan menusuknya pakai gunting dan menjerat leher korban.
Seperti diberitakanLevie Prisilia ditemukan tewas dengan luka di leher tergorok di dalam mobil, Jumat (23/11) pukul 09.00 Wita.
Aryadi, sang suami, mengaku sangat terpukul melihat istrinya tewas dengan kondisi mengenaskan. Padaal komunikasi terakhir terakhir, Kamis (22/11) malam jam 12:00 Wita melalui WhatsApp.
“Terakhir bercakap-cakap atau berkomunikasi pada pukul 1100 malam kemarin Waktu Indonesia Barat,” ujar pria yang juga Ketua Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Kalsel ini di kamar mayat RSUD Ulin Banjarmasin, Sabtu dini hari. (emy/tim/foto: ist)