PALANGKA RAYA– Salah satu kawasan padat penduduk di Kota Palangka Raya, tepatnya di Jl Dr Murjani, Kecamatan Pahandut, diamuk si jago merah, Minggu (9/12) dini hari.
Meski tak ada korban jiwa, namun akibat amuk api puluhan rumah luluh lantak tinggal onggok puing menghitam.
Kobaran api menjelang dini hari itu, diduga berasal dari obat nyamuk bakar dari rumah seorang warga. Tak urung di tengah sebagian warga lelap, teriakan api membuat mereka terkejut.
Api cepat membesar akibat tiupan angin dan sebagian besar bangunan di kawasan padat penduduk tersebut terbuat dari kayu.
Warga panik hingga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Bahkan ada juga warga yang usianya sudah renta, terpaksa dievakuasi dengan vara digendong untuk diselamatkan.
Sementara sejumlah pemadam kebakaran yang tiba di lokasi setelah hampir 15 menitan api berkobar, langsung berupaya memadamkan api.
Namun demikian, upaya ini tidak mudah. Mereka kesulitan karena kobaran api terus membesar melalap bangunan yang terbuat dari kayu, merambat dari satu rumah ke rumah lainnya.
Agar api tidak makin meluas, relawan terpaksa membongkar beberapa rumah, sementara yang lainnya menyemprotkan air sebanyak-banyaknya.
Sedang warga yang rumahnya belum sempat dijilat api, berusaha memindahkan sejumlah harta bendanya ke tempat aman.
Menurut saksi mata yang juga menjadi korban amuk api, Anang Aini, diduga kuat api berasal dari obat nyamuk bakar dari salah satu rumah warga.
Anang Aini sendiri tak bisa menyelamatkan harta bendanya, karena rumah dan semua isinya ludes dilalap api. Bahkan yang tersisa hanya selembar sarung yang melekat di badan.
Setelah hampir dua jam lebih relawan pemadam kebakaran dengan belasan unit mobil diterjunkan, baik milik pemda maupun Polda Kalteng, api akhirnya berhasil dijinakan.
Belum diketahui secara pasti berapa jumlah kerugian akibat amuk api ini. Namun beberapa saksi memperkirakan mencapai 20 unit rumah. Amuk api di Pahandut ini, kini tengah ditangani jajaran Polres Palangka Raya. (din/foto: dinda)