BANJARMASIN, banuapost.co.id– Selain melalui jalur darat, Piala Adipura Kategori Kota Besar yang diraih Banjarmasin, juga diarak menyusuri Sungai Martapura.
Iring–iringan perahu bermesin atau kelotok yang membawa rombongan pengarak Piala Adipura ini, diawali dari siring depan Balai Kota Banjarmasin, Selasa (15/1) sore. Piala Adipura yang diarak, dipegang Nanang dan Galuh Banjar, Rizky – Devi.
Koordinator Forum Komunitas Hijau, Hasan Zainuddin, yang ikut arak–arakan susur sungai ini, mengaku bersyukur Banjarmasin kembali meraih Piala Adipura.
Namun demikian, menurut Hasan, Piala Adipura sesungguhnya adalah ketika masyarakat sudah sadar dengan lingkungan, khususnya kesadaran menjaga kebersihan sungai.
Saat ini kesadaran masyarakat menjaga lingkungan sungai masih minim. Padahal dengan jumlah sungai yang 170 lebih, Banjarmasin bisa menjaga kota sungai terindah satu–satunya di Indonesia. Bahkan dunia, asalkan sungai–sungai dikelola dengan baik.
“Jadi jangan bangga dulu dengan diraihnya piala ini. Tapi kita akan lebih bangga kalau bisa mewujudkan Banjarmasin Bersih dan Nyaman atau Baiman, sebagaimana moto Kota Banjarmasin,” kata pria yang popular disapa Paman Anum ini.
Menurut Hasan, pengelolaan sungai untuk menjaga kelestarian dan kebersihannya, juga perlu perhatian serius dari pemerintah.
Seperti halnya Sungai Martapura, sungai yang membelah Kota Banjarmasin.
Dalam mengelola Sungai Martapura, perlu manajemen yang baik. Misalnya dengan one river one management. Maksudnya, satu sungai dikelola dengan satu manajemen.
“Karena seperti Sungai Martapura ini, hulunya ada di kabupaten lain di luar Banjarmasin,” jelas Hasan.
Karena itu, lanjut Hasan, perlu kepedulian dari daerah atau kabupaten lain. Sebab kalau hanya Banjarmasin yang peduli, sedang daerah lainnya tidak, maka yang terjadi seperti sekarang. Hanya mendapat kiriman sampah. (emy/foto: iman)
