BANJARMASIN, banuapost.co.id– Mendekati 30 ribu warga berhadir dalam Banua Bersholawat yang digagas Yayasan Haji Maming Enam Sembilan di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Sabtu (26/1) malam.
Jumlah ini jauh dari perkiraan pihak panitia yang awalnya
memperkirakan hanya kisaran 15 hingga 20 ribu orang.
Sebagian besar warga yang datang dari berbagai pelosok
Kota Banjarmasin dan kabupaten tetangga, seperti Batola, Banjarbaru, Banjar
serta Tanah Laut, berharap keberkahan dari kegiatan akbar keagamaan ini.
Misalnya
Bainah, warga Pal 7, sengaja hadir dikegiatan ini. Selain karena memang sering hadir setiap kali
kegiatan sholawat bersama keluarga, harapannya pun keberkahan dari Allah SWT.
Antusiasnya
warga berhadir di Banua Bersholawat ini tak ditampik Ketua Panitia Pelaksananya,
Syafruddin H Maming.
“Awalnya
diperkirakan sekitar 15-20 ribu orang yang hadir. Tapi saat pelaksanaan, lebih
dari perkiraan. Umat yang hadir diperkirakan mendekati 30 ribu orang,” katanya.
Sementara
dalam Banua Bersholawat ini, panitia menghadirkan Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf asal Solo
dan KH M Zhofarudin atau lebih dikenal Guru Udin, dari Samarinda, Kalimantan
Timur.
Dalam
Banua Bersholawat kali ini, tema yang diangkat: Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan
untuk NKRI.
Menurut
Syafruddin H Maming, acara tersebut murni kegiatan keagamaan. Bukan bagian dari
kampanye pilpres, meski 2019 merupakan
tahun politik.
“Saya
tidak berkampanye, meski ini memang tahun politik. Kita semua di sini ingin
mendapat berkahNYA,” kata anggota DPRD Kalsel yang akrab disapa Cuncung ni.
Dalam
gelaran pemilu, lanjut Cuncung, semua orang memiliki pilihannya masing-masing.
Namun dari perbedaan itu, hendaknya tidak menimbulkan adanya perselisihan.
“Berbeda
pilihan itu boleh selama tidak merusak NKRI,” tegasnya.
“Kita
ingin yang terbaik bagi bangsa dan negara. Mudah-mudahan dengan pilihan berbeda,
tidak membuat kita saling bermusuhan,” timpal Ketua DPD PDIP Kalsel, Mardani H
Maming.
Sedang
Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf berharap, melalui kegiatan ini apa yang
dihajatkan bisa terkabulkan dan Indonesia selalu aman dan damai.
“Mudahan di Indonesia ditolak segala bala. Kemudian Indonesia dilimpahkan rezekinya. Selanjutnya semua yang hadir, dapat dikabulkan permintaannya dan dipanjangkan umurnya,” kata Habib Syech. (emy/imn/foto: iman)
