PALANGKA RAYA, banuapost.co.id– Para cendikiawan berlatar Suku Dayak dari berbagai daerah di Indonesia, mendeklarasikan berdirinya Ikatan Cendikiawan Dayak Nasional (ICDN), Sabtu (19/1), di Palangka Raya.
Pendirian organisasi ini bertujuan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan.
Deklarasi pendirian ICDN dirangkai dengan rapat pra-musyawarah nasional (munas), dan pengukuhan struktur kepengurusan sementara.
Kegiatan dihadiri para perwakilan cendikiawan Dayak dari Kalteng, Kaltim, Kalsel, Kalbar dan Kalimantan Utara, serta berbagai wilayah lainnya di Indonesia.
Sidang pra-munas I ICDN dipimpin juru bicara inisiator yang juga Bupati Malinau Kaltim, Yansen TP. Selanjutnya digelar deklarasi pembentukan ICDN, dirangkai dengan pengukuhan kepengurusan sementara.
Dalam SK susunan kepengurusan sementara ICDN yang dibacakan Prof Dr Hamid Darmadi, susunan pengurus diketuai Willy M Yoseph, dibantu para wakil ketua antara lain, Prof Dr Hamid Darmadi, Dr Wardinan S Lidim, Yansen TP, Frederick, dan Edi L.
Kepengurusan yang terbentuk ini memiliki tugas pokok menyelenggarakan Munas I di Samarinda, Kaltim, Maret 2019 mendatang, dengan agenda utama menentukan susunan kepengurusan definitif.
Menurut ketua kepengurusan sementara yang juga salah satu inisiator, Willy M Yoseph, ICDN terbentuk atas kesadaran bersama sejumlah cendikiawan Dayak terkait kondisi sosial ekonomi masyarakatnya, khususnya di Kalimantan.
Selain itu, masyarakat Kalimantan yang kendatipun memiliki komitmen tinggi dalam menjaga keutuhan NKRI, namun belum banyak diberi kesempatan untuk ikut menentukan arah kebijakan pembangunan, khususnya di jajaran pemerintahan pusat.
“Rumah besar (ICDN) ini merupakan wadah berkumpul kaum cerdik cendikiawan Dayak yang dibangun dengan semangat kebersamaan untuk tujuan meningkatkan ekonomi masyarakat Dayak dan kemajuan daerah Kalimantan,” jelas Willy. (Sut/foto:sutran)
