JAKARTA, banuapost.co.id– Kemenko Bidang Perekonomian menggelar rapat evaluasi progres pembangunan kawasan industri proyek strategis nasional Batulicin, Tanah Bumbu dan Jorong, Tanah Laut, Selasa (22/1).
Dalam rapat yang dipimpin Asisten Deputi Penataan Ruang
Kawasan Strategis Ekonomi, Dodi S Riyadi, Pemprov Kalsel menurunkan full team.
Mereka, Kepala Bappeda, Fajar Desira, Kepala Dinas
Perindustrian, Mahyuni, dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu
Satu Pintu, Husin Naparin.
Menurut Riyadi, evaluasi terhadap 17 kawasan industri
yang termasuk dalam Perpres No 56/2018 tentang Perubahan Kedua atas Perpres No
3/2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, dilaksanakan
secara bertahap. Kali ini diikuti 5 kawasan industri, termasuk Batulicin dan Jorong.
Evaluasi bertujuan untuk mengetahui sejauh mana
perkembangan masing-masing kawasan industri, sehingga pemerintah dapat
melakukan pemetaan dan menentukan apakah layak tetap menyandang status sebagai proyek strategis
nasional atau tidak apabila progresnya tidak memuaskan.
“Hasil evaluasi akan dijadikan pertimbangan kelayakan kawasan
industri untuk diresmikan atau di groundbreaking oleh presiden,” ujar Riyadi.
Karena itu, lanjut Riyadi, pemerintah telah menetapkan
parameter atau kriteria-kriteria untuk menilai kawasan industri, baik kriteria
dasar, strategis maupun kriteria operasional.
Sementara Kepala Dinas Perindustrian, Mahyuni,
menjelaskan, kawasan industri Batulicin dan Jorong menunjukkan progres yang
cukup signifikan.
“Masing-masing kawasan telah mengantongi Ijin Usaha Kawasan
Industri (IUKI) melalui Online Single Submission (OSS) walaupun ijin belum
efektif,” katanya.
Belum efektifnya ijin, lanjut Mahyuni, karena ada beberapa komitmen yang harus diselesaikan pihak perusahaan pengusung, salah satunya pembangunan infrastruktur dasarnya. (ags/bdm/foto: hum)
