PALANGKA RAYA-banuapost.co.id- Teka teki sesungguhnya berat badan Ny Titi Wati (37), warga Jl G Obos 25 Gg 3 Kota Palangka Raya, ahirnya terjawab. Jika semula diperkirakan 350 kg, setelah dilakukan penimbangan oleh tim medis RSUD Dr Doris Sylvanus, Sabtu (12/1) siang, ternyata hanya 220 kg.
Meski demikian, pertolongan untuk ibu rumah tangga yang sudah dikarunia satu putri ini, tetap dilakukan para medis pihak rumah sakit milik Pemerintah Kota Palangka Raya tersebut.
“Walaupun mempunyai berat badan 220 kg, Ny Titi Wati tetap akan dilakukan operasi lambung sambil tindakan medis selanjutnya,” ujar Wakil Direktur RSUD Dr Doris Sylvanus, dr Theodorus, yang diminta penjelasannya.
Menurut Theodorus, pemeriksaan kesehatan menyeluruh untuk wanita penderita obesitas ini akan dilakukan paling lambat Senin (14/1) depan.
“Penimbangan dilakukan untuk mengetahui secara objektif bobotnya. Jadi bukan pakai perkiraan. Beratnya 220 kg,” jelas Theodorus.
Sebelum menjalani bedah bariatrik, perawatan demi perawatan terhadap Ny Titi Wati akan dilakukan secara bertahap oleh tim medis.
Memang tidak mudah menimbang penderita obesitas ekstrim tersebut dari ruanganya, edelweiss, menuju ke ruangan radiologi.
Seperti juga ketika mengevakuasinya dari Jl G Obos ke Jl Tambun Bungai Kota Palangka Raya, Jumat (11/1), tim medis masih menggunakan 20 relawan untuk mengangkatnya.
Bahkan relawan yang dilibatkan pun, tidak sembarang. Tapi para relawan Tagana Dinas Sosial Kalteng yang sudah biasa diterjunkan dalam berbagai bencana di tanah air.
Sebelum dilakukan penimbangan, relawan terlebih dahulu menyiapkan dua balok kayu untuk memudahkan agar saat ditimbang tubuh Ny Titi Wati yang sangat berat dan besar bisa seimbang di atas timbangan.
Untuk menimbang wanita berbobot ini, pihak rumah sakit menggunakan timbangan duduk yang biasa digunakan untuk menimbang beras dan barang lainnya.
Sementara evakuasi dari ruang edelweiss hingga ruang radiologi, tempat dilakukannya penimbangan, menggunakan tandu terbuat dari kayu dengan 20 relawan mengangkatnya, kembali mendapat perhatian seisi rumah sakit.
Bahkan mereka rela kaget hingga ada juga yang mengabadikannya dengan kamera video menggunakan hp androidnya.
“Seumur hidup baru kali ini lihat orang badannya besar begini,” ujar Emi, salah satu keluarga pasien di rumah sakit tersebut ketika diminta komentarnya. (yb/din/foto: dinda)
