PALANGKA RAYA– Seorang ibu rumah tangga di Kota Palangka Raya, Ny Titi Wati (37), tampaknya menjadi satu-satunya wanita terberat di Pulau Kalimantan. Bahkan bisa jadi di Indonesia.
Berbobot 350 kg lebih, ibu anak satu ini sudah sejak enam tahun lalu tidak seperti kebanyakan ibu rumah tangga lainnya. Menenangga dan ngerumpi topik-topik masalah kehidupan kaum hawa, terutama tayangan layar kaca televisi swasta yang menyajikan berita-berita hiburan.
Warga Jl G Obos 25 Gg Tiga Kota, Palangka Raya, yang menyandang obesitas ini, hanya berbaring sembari menonton televisi dan iseng bernyanyi mengisi waktu dalam kesehariannya.
“Dari tahun ke tahun berat badan ini terus bertambah,” ujar Wati, sapaan akrabnya, ketika ditemui banuapost.co.id, awal pekan tadi.
Dengan bobot yang terus bertambah, Wati pun kini merasakan akibatnya. Tidak bisa berjalan bebas sebagaimana wanita normal lainnya setelah beres mengurusi urusan dapur, bercengkrama dengan tetangga kiri dan kanan rumah.
“Ibu sejak berbobot seperti ini lebih banyak berbaring dengan posisi tengkurap,” timpal sang putri, Herlina (25).
Menurut Wati, terjadinya kegemukan pada tubuhnya sejak berusia 29 tahun lalu karena sering ngemil alias makan makanan ringan serta minum air es.
“Sejak sering ngemil itulah berat badan bertambah. Padahal makannya seperti orang kebanyakan, tiga kali se hari,” jelas Wati.
Wati mengaku pernah berupaya untuk menurunkan berat badannya dengan cara mengkonsumsi minuman herbal.
“Namun karena harga herbal mahal, ya jadi tidak sanggup lagi untuk membelinya,” imbuh Wati.
Sementara dalam kesehariannya akibat tidak bebasnya beraktivitas, Wati dibantu putrinya, Herlina, mulai dari makan hingga mandi.
Meski pasrah dengan keadaan ibundanya ini, Herlina rupanya tak putus doa, berharap ibundanya bisa normal seperti sedia kala, seperti saat usia 24 tahun dengan berat 70 kg. (yb/din/foto: ist)