\BANJARMASIN, banuapost.co.id– Tidak jelas memang bagaimana bentuk pengawasan yang dilakukan PT (Persero) Pertamina di wilayah Kalsel, khususnya Kota Banjarmasin, hingga antrean akan tabung gas 3 kg selalu mengular.
Seperti yang terjadi di Pangkalan LPG Montekarlo, Jl AMD
Komplek Abdi Persada 3A RT 22 RW 3, Kelurahan Alalak Tengah, Banjarmasin Utara,
Kamis (7/2) siang.
Pangkalan gas bersubsidi di bawah agen PT Duta Borneo
Raya, diserbu warga dengan masing-masing membawa tabung kosongnya.
Tak urung, hampir satu jam lebih antrean panjang ini mengular,
sebelum pengelola pangkalan melayani. Agar tertib, tabung gas warga pun
dipasang tali panjang.
Mulai pukul 15:00 hingga pukul 16:00 Wita, warga terpaksa
harus antre agar tabung gasnya kembali terisi dengan bayar sesuai aturan, Rp
17.500.
Lebih murah memang jika dibandingkan membeli di warung-warung
yang sama sekali tidak memiliki ijin menjual salah satu kebutuhan ibu-ibu rumah
tangga itu, Rp 35.000.
Menurut Udin yang mengaku berprofesi sebagai sopir truk,
di Kelurahan Alalak Tengah tidak ada
pangkalan gas LPG lain. Sehingga satu-satunya yang diserbu hanya di Komplek
Abdi Persada.
“Di Pangkalan Montekarlo ini kalau ada 150 atau 200
tabung gas datang, langsung dibagikan kepada warga. Jadi pada hari itu juga
bisa habis,” katanya.
Menariknya dari pengakuan sejumlah warga yang antre, justeru
menyebut ada pangkalan gas bersubsidi di sekitar kawasan Jl AMD dekat Kantor
Kecamatan Banjarmasin Utara. Namun dua pangkalan itu tak mau melayani.
“Kami pernah datang ke sana, ternyata tidak dilayani.
Dari keterangan mereka, gas itu khusus untuk warga komplek,” kata perempuan
muda yang wanti-wanti tidak mau disebutkan namanya.
Menurutnya, andai dua pangkalan yang ada mau melayani, tentu
tidak akan ada antrean panjang seperti sekarang. Karena itu, ia meminta ada
pengawasan ketat soal pendistribusian gas bersubsidi agar tepat sasaran.
“Kami khawatir, kalau antrean panjang semacam ini ada pasokan gas yang tak sesuai sasaran,” kata sumber yang membawa fotokopi KTP dan KK sebagai syarat pengambilan gas. (yb/jr/foto: jejakrekam)
