PALANGKA RAYA, banuapost.co.id – Sebanyak 48 jiwa warga korban kebakaran Jl S Parman komplek Tugu Soekarno, Palangka Raya. mulai mendapat pertolongan.
Pasca-musibah yang terjadi Minggu (3/2) sekitar pukul 20:00 WIB, warga ini langsung dibantu pendirian tenda pengungsi, bahan makanan, konsumsi siap santap, posko layanan kesehatan, pakaian, hingga seragam sekolah.
Bantuan bagi para korban tersebut dikoordinasikan Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya, dengan melibatkan Dinas Sosial (Dinsos), Badan Nasional Penanganan Bencana Daerah (BNPD), para relawan, dan lembaga terkait lainnya.
Pantauan di lapangan, bantuan tersebut telah diserahterimakan secara simbolis oleh Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin, saat melakukan pantauan langsung ke lokasi, Senin (5/2) pagi, didampingi Wakilnya, Hj Umi Mastikah, dan jajaran.
Walikota saat berinteraksi dengan korban kebakaran di pengungsian, menyatakan, pemkot akan berupaya semaksimal mungkin untuk meringankan beban mereka.
Selain bantuan, Fairid mengupayakan penyedian pakaian sekolah bagi anak-anak korban. Tujuannya, agar aktivitas pendidikan anak-anak ini tak terlalu terganggu musibah tersebut.
Di lokasi yang sama, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Palangka Raya Yus Anwar, mengatakan, dari hasil pendataan pihaknya, korban kebakaran di lokasi ini seluruhnya berjumlah 48 jiwa yang tergabung dalam 15 kepala keluarga (KK).
Adapun jumlah bangunan rumah dan barak yang terbakar sebanyak 11 unit, ditambah 4 blok kafe di kawasan rekreasi Tugu Soekarno.
Dia menambahkan, penanganan para korban ini diperkirakan berlangsung selama 3 hari dengan lokasi dipusatkan di kawasan taman Tugu Soekarno, Jalan S Parman, Palangka Raya.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran di lokasi tersebut masih dalam proses penyelidikan kepolisian. Di salah satu titik lokasi kebakaran, petugas telah memasang garis polisi untuk menandai titik dugaan asal muasal api.
Meski tidak menyebabkan jatuhnya korban jiwa, insiden ini membuat para korban rata-rata kehilangan seluruh harta bendanya. Upaya penyelamatan barang oleh para korban tak berjalan baik akibat terbatasnya akses jalan, ditambah bangunan yang mereka tinggali tersebut umumnya berkonstruksi kayu.
Adapun kerugian materil akibat kebakaran ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah .(sut/foto: sutran)
