JAKARTA, banuapost.co.id- Presiden Joko Widodo mengapresiasi
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang banyak melahirkan intelektual muda dan selalu
menjunjung keislaman dan keindonesiaan.
Hal tersebut disampaikan presiden pada peringatan 72
Tahun HMI dan Syukuran Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional, Selasa (5/2).
Acara digelar di kediaman Ketua Dewan Penasihat Majelis
Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa (KAHMI), Akbar Tandjung, Jl Purnawarman,
Jakarta Selatan.
“Tadi Bang Akbar menyampaikan mengenai masalah keislaman
dan keindonesiaan. Inilah yang sejak lama saya kagumi dari kader-kader HMI di
mana pun berada,” tandas presiden.
Selain menghasilkan intelektual-intelektual muda yang
sangat banyak, sambung presiden, mengenai keislaman keindonesiaan benar-benar
selalu dijunjung kader HMI.
Menurut Presiden, Indonesia dianugerahi Allah
beranekaragam suku, agama, adat, tradisi, hingga bahasa yang harus dijaga
persatuannya. Kekayaan itu menjadi salah satu aset besar bangsa Indonesia
“Inilah yang menjadi tanggung jawab kita bersama
untuk terus memelihara, merawat, menjaga persatuan dan kerukunan. Karena aset
besar bangsa ini adalah persatuan, persaudaraan, dan kerukunan,” tegasnya.
