PELAIHARI, banuapost.co.id–
Kadishut Kalsel terkesan dengan keberadaan bekantan di kawasan bantaran sungai
Desa Panjaratan.
Kesan itu dikemukakan Hanif Faisol setelah melihat
langsung habitat bekantan yang masih tertinggal di kawasan Kecamatan Pelaihari
dan Kecamatan Takisung.
Hanif Faisol meluangkan waktu melihat langsung habitat
bekantan tersebut, sekaligus untuk memikirkan langkah ke depannya bagaimana
mempertahankan kawasan hutan yang tersisa di antara perkebunan sawit tersebut.
Menurut kadishut, informasi keberadaan habitat bekantan
di Panjaratan sangat menarik. Untuk itu ia merasa perlu melihat langsung
keberadaan satwa yang dilindungi itu.
“Keberadaan bekantan di Panjaratan sangat menarik untuk
kita tinjau, seperti yang kita lakukan hari ini,” kata Hanif, di sela menyusur sungai, Jumat (19/4) sore.
Kadishut dalam penelusuran Sungai Panjaratan selama
sekitar 2 jam, melihat adanya primata lain selain bekantan yang hidup di kawasan
hutan seluas sekitar 60 hektare itu.
“Ada beberapa jenis primata yang masih bertahan, termasuk
burung di kawasan itu,” beber Hanif, sambil
menambahkan kawasan itu layak dijadikan konservasi.
Dalam kunjungannya ke Desa Panjaratan, Hanif di dampingi
Plt KPH Tala, I Gede Arya Subakti, dan Ketua KNPI Tala, Husnul, serta dua
Pengurus Gahipbta, Amrullah serta Hayatullah Khumaini. Rombogan menyusur Sungai
Panjaratan menggunakan 4 buah kelotok. (zkl/foto:
zul yunus)
