GIANYAR, banuapost.co.id–
Mengawali kunjungan kerjanya pasca libur Idul Fitri 1440 H, Presiden Joko
Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, meninjau Pasar Sukawati di Kabupaten
Gianyar, Bali, Jumat (14/6) pagi.
Tiba kisaran pukul 08:20 Wita, Presiden dan Ibu Iriana
langsung menuju lapangan di seberang Pasar Sukawati untuk mendengarkan
penjelasan Bupati Gianyar, Made
Mahayastra, tentang rencana revitalisasi Blok A, B, dan C.
Usai mendengarkan penjelasan, presiden mengatakan, relokasi
pedagang Pasar Sukawati telah dilaksanakan dan pekerjaan revitalisasi ditargetkan
rampung semuanya pada 2020.
Menurut Kepala Negara, anggaran yang digunakan untuk
revitalisasi berasal dari APBN sebesar Rp 89 miliar dan dari APBD sebesar Rp 3,9
miliar.
“Kita harapkan tahun depan sudah selesai
semua,” tandas presiden saat memberikan keterangan pers kepada awak media
di lokasi.
Presiden berharap, Pasar Sukawati bisa menjadi sebuah
pasar rakyat yang modern, bersih, dan tertata. Sehingga membuat pengunjungnya
nyaman untuk datang dan berbelanja. Terlebih pasar yang telah berdiri selama 38
tahun ini, menghidupi 1.700 pedagang setiap harinya.
“Kalau ke Bali belum ke Sukawati, itu belum ke Bali.
Harus belanja. Ini menghidupi 1.700 pedagang. Ini kan luar biasa. Enggak tahu
saya sudah berapa kali ke sini,” ujarnya.
Untuk program pasar tradisional secara nasional, presiden
menuturkan pemerintah memiliki target yang sama seperti lima tahun yang lalu. Selama
lima tahun ini, telah dibangun lebih dari 5.000 pasar besar dan sekitar 8.900
pasar desa.
“Ke depan sama. Saya kira kita akan tetap jadikan pasar
sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli, produk-produk dari petani,
nelayan, pengrajin. Pasar-pasar di seluruh Indonesia memang harus hidup,”
tegasnya.
Setelah memberikan keterangan pers, Presiden dan Ibu
Iriana sempat berbelanja buah-buahan, seperti semangka dan salak.
Usai meninjau Pasar Sukawati, pukul 08:50 Wita Presiden
dan Ibu Iriana bersama rombongan, melanjutkan perjalanan menuju Lapangan
Kilobar, Kabupaten Bangli, menyerahkan sertifikat hak atas tanah untuk rakyat.
Rencananya, usai Shalat Jumat dan santap siang bersama, presiden
akan menuju kawasan wisata Waduk Muara Nusa Dua, Kota Denpasar. Di lokasi ini, presiden
diagendakan melakukan peninjauan rehabilitasi dan penataan kawasan wisata.
Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Iriana, Sekretaris
Kabinet, Pramono Anung, Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana dan Johan Budi,
serta Gubernur Bali, I Wayan Koster. (yb/din/foto:
muchlis jr)
