PELAIHARI, banuapost.co.id– Pemilik warung remang-remang atau warung jablai di sepanjang trans-Kalimantan pesisir tenggara yang melintasi Kabupaten Tanah Laut, memiliki cara baru untuk mengelabui petugas Satpol PP yang melakukan razia minuman keras atau miras.
Pada
razia yang berlangsung Senin (1/7) malam, petugas Satpol PP menemukan miras di
belakang warung, disusupkan di semak-semak dan ada yang ditimbun bersama
sampah.
Razia
di kawasan jalan trans-Kalimantan berlangsung sekitar pukul 2:.00 Wita, dengan
target beberapa tempat yang sering menjual minuman keras dan penjaga warung
yang menyambi sebagai wanita penghibur atau praktek prostitusi.
Di
tempat pertama petugas Pol PP yang dipimpin Kasatpol PP, Achmad Taufik,
mengamankan seorang lelaki yang berada di kamar dalam kondisi bugil ditemani
seorang wanita.
Tidak
jauh dari tempat itu, petugas menemukan pemuda yang tengah menenggak minuman
keras di temani wanita penjaga warung. Sementara seorang lainnya, mencoba
menghindar dengan bersembunyi di belakang warung.
Di
lokasi ini petugas kemudian menyisir semak-semak dan menemukan beberapa botol whisky jenis Mansion,
Newport dan Anggur Merah. Miras tersebut dibenamkan di dalam sampah. Selain di
tumpukan sampah, juga ditemukan belasan botol miras di semak-semak.
Setelah
mendata dan membawa tiga wanita yang ada di warung dan lima pria, petugas
Satpol PP melanjutkan menyisir warung-warung yang berada di kawasan Desa
Sabuhur.
Di
lokasi kedua, petugas hampir gagal mendapatkan miras. Karena di belakang warung
yang ditumbuhi kebun karet, petugas tidak menemukan apa-apa. Namun di luar
kawasan kebun karet, di semak-semak petugas berhasil menemukan beberapa botol
minuman keras.
Total
minuman keras yang diamankan dalam operasi kali ini berjumlah 60 botol dengan
rincian 19 botol Anggur Merah, 24 botol whisky merek Newport, 25 botol wahisky Mansion
House dan 2 botol Anggur Putih.
Kasatpol PP Achmad Taufik mengaku cukup kaget dengan aktivitas
malam di pinggir ruas jalan trans-Kalimantan. Karena kondisi demikian, Kasatpol
PP bertekad ingin meminimalisir praktik asusila dan peredaran minuman keras di
kawasan tersebut.
“Kita akan upayakan untuk melakukan giat berkesinambungan untuk
menekan praktik prostitusi terselubung dan peredaran miras,” tandasnya setelah
menggelar razia.
Kasatpol PP yang baru menjabat beberapa bulan itu, juga akan
mencoba membuat perjanjian dengan pemilik warung. Salah satu isi perjanjian, pemilik
warung bersedia warungnya dihancur kalau kedapatan praktik prostitusi
terselubung.
“Kami mau pelajari lagi perjanjian yang pernah dibuat. Kalau
memang harus dibongkar, kita akan lakukan,” katanya.
Giat Satpol PP kemarin malam diikuti 40 personel yang dibagi
dalam empat regu. Mereka menyisir dari kawasan Desa Jilatan sampai ke Sebuhur,
dan berakhir sekitar pukul 23:00 Wita. (zkl/foto:
zul yunus)
