JAKARTA, banuapost.co.id–
Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia
(ISRI) menggelar seminar: “Gali Mutiara Pancasila dan Tumbuh Kembangkan
Semangat Gotong Royong Bersama Organisasi Masyarakat di Kawasan Jabotabek”
di Jakarta, Sabtu (31/8).
Direktur Pembudayaan BPIP, Irene Camelyn Sinaga, yang
jadi keynote speaker, mengapresiasi seminar karena BPIP sangat minim SDM.
Selain sangat minm SDM, BPIP juga terbatas anggaran.
Sehingga acara seperti ini harus sering dilaksanakan untuk mensosialisasikan
Pancasila.
“Saya sangat apresiasi kepada ISRI dalam acara ini,”
ujar Irene.
Sebelumnya, Ketum DPN ISRI, Dr Ir M MC Soenhadji, dalam
sambutannya mengatakan, seminar ini sangat penting agar lebih memahami peranan
penting Pancasila dalam bernegara dan berbangsa, terutama mempraktekan gotong
royong dalam kehidupan sehari-hari,
“ISRI berkomitmen akan terus melaksanakan diskursus
seperti ini, agar jiwa dan pribadi Pancasila tetap ada di Indonesia dalam kemajuan
teknologi saat ini,” tandasnya.
Sedang narasumber lainnya, Dr Hajono, Ketua Dewan
Kehormatan DPN ISRI, memaparkan, jiwa Pancasila adalah berlomba- lomba berbuat
kebaikan.
“Tentunya tanpa melihat suku, agama, ras, golongan
tertentu, dan menghilangkan rasa kebencian terhadap sesama manusia,” jelasnya.
Sementara menurut Ketua DPW ISRI DKI Jakarta, Marsda.TNI
(Purn) Subandi Parto, Pancasila adalah tengok orang lain, di mana kita harus peduli
dengan orang di sekitar kita.
“Bagaimana kita harus bersikap kepada orang lain dengan
tidak menyinggung perasaan orang tersebut,” ujarnya.
Dalam seminar tersebut, para narasumber memaparkan
Pancasila secara kesejarahan dan perdebatan para pendiri bangsa dalam BPUPK, terbentuknya
UUD 1945, hingga bergulirnya isu pengembalian GBHN secara mendalam. (*/yb/foto: ist)
