PALANGKA RAYA, banuapost.co.id– Kabut asap akibat kebakaran hutan
dan lahan (karhutla) di wilayah Kalteng, kian pekat dan berdampak luas.
Selain
diperlukan upaya penanggulangan di
lapangan, masyarakat juga diimbau melakukan cara religius, yakni Salat Istisqa
atau salat sunnah memohon turunnya hujan.
Harapan disampaikan Rektor
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya, Prof Dr H Khairil Anwar MAg,
kepada wartawan, Sabtu (10/8).
“Kita berharap kaum muslimin di
seluruh wilayah Kalteng, baik di Kota Palangka Raya ataupun di
kabupaten-kabupaten, melaksanakan Salat Istisqa,” imbau Khairil Anwar.
Tokoh pendidik asal Kota
Martapura, Kalsel, juga berharap agar para khatib yang bertugas pada Salat Idul
Adha, 12 Juli mendatang, untuk menyertakan seruan tentang penanganan karhutla
dan kabut asap dalam materi khutbah, serta berdoa bersama agar kondisi demikian
cepat berlalu.
“Ini merupakan upaya religius kita
selaku kaum muslimin untuk meminimalisir kebakaran hutan dan lahan yang menjadi
penyebab kabut asap,” ujar mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
tersebut.
Dikatakannya, upaya memohon kuasa
Allah SWT untuk menurunkan hujan, perlu dilakukan selain aksi riil pihak
terkait maupun masyarakat dalam proses pemadaman titik-titik api.
Ditambahkannya, upaya nyata maupun
religius dalam penanganan masalah karhutla dan kabut asap, merupakan hal yang
urgen dilakukan. Sebab kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah, terutama di
Kota Palangka Raya, telah menimbulkan dampak yang makin mengkhawatirkan.
“Dampaknya terutama pada tiga hal,
kesehatan masyarakat, pendidikan, dan perekonomian,” sebutnya.
Dampak kesehatan, sambungnya, saat
ini telah banyak warga terutama anak-anak yang mengalami gejala Infeksi Saluran
Pernapasan Akut (ISPA).
Kondisi
demikian menimbulkan dampak lanjutan, yakni di bidang pendidikan di mana
sejumlah sekolah telah memangkas jam belajar bagi peserta didiknya.
“Jika kabut asap ini terus
berlanjut, atau bahkan semakin pekat, maka berpotensi mengganggu aktivitas
penerbangan. Ini akan merugikan perekonomian di daerah kita,” tandasnya. (sar/foto: ist)
