MAGELANG, banuapost.co.id–
Pengembangan detinasi wisata menjadi sorotan Presiden Joko Widodo, karena dinilai
masih berjalan lambat.
Begitu pentingnya sektor pariwisata, Presiden Joko Widodo
menggelar rapat terbatas yang secara khusus membahas percepatan pengembanganya.
Ratas dengan para Menteri Kabinet Kerja, dpimpin langsung
presiden di Patio Main Joglo, Plataran Borobudur Resort and Spa, Magelang,
Jumat (30/8).
Menurut Kepala Negara, pariwisata selain bisa menjadi
motor peningkatan devisa di tengah gejolak ekonomi global, juga menciptakan
efek berganda, serta mendorong laju pertumbuhan ekonomi baik nasional maupun
daerah.
“Pengembangan empat destinasi wisata yang sudah
beberapa kali saya sampaikan: Danau Toba, Mandalika di NTB, Labuan Bajo di NTT,
dan Borobudur, harus terus dipercepat,” tegas presiden.
Selain pembangunan bandara internasional, presiden mengatakan, pembangunan akses jalan dari Kulon
Progo ke Borobudur, juga akan dilakukan. Hal tersebut untuk memperpendek waktu
tempuh dari bandara menuju Borobudur.
Setelah konektivitas diselesaikan, presiden ingin agar
tata ruang, tata kelola, dan manajemen segera dibenahi. Ia meminta agar rencana
induk dan rencana detail pengembangan kawasan wisata Borobudur, segera
diselesaikan dan segera ditetapkan.
“Begitu juga pengaturan tata ruang dan penentuan
zona-zona pembangunan pariwisata, harus segera disepakati. Kita atur bersama
dan kita kendalikan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Kepala Negara juga menyoroti
perkembangan di lapangan yang menurutnya masih belum cepat. Termasuk juga
mengenai kelembagaan tata kelola di kawasan wisata Borobudur.
Untuk itu, presiden akan terus memantau semua
perkembangan di lapangan. Bahkan akan meminta laporan secara berkala setiap 3
bulan.
Borobudur merupakan satu dari empat destinasi wisata
prioritas pemerintah, selain Danau Toba, Labuan Bajo, dan Mandalika.
Pengembangan kawasan Mandalika sendiri telah dipegang ITDC,
dan ITDC bertanggungjawab mulai dari
perencanaan infrastruktur pendukung, penataan kawasan, kebersihan toilet,
penyediaan ruang-ruang untuk UMKM termasuk limbahnya.
“Ini sangat penting sekali. Kita harapkan di akhir
2020 produk ini betul-betul siap untuk dipromosikan secara besar-besaran dan
juga kita harapkan infrastruktur pendukung, baik airport dan jalan menuju ke
tempat-tempat yang kita telah dan dan akan kembangkan, betul-betul bisa
memberikan dukungan yang baik,” ujarnya. (yb/din/foto: muchlis jr/setneg)
