BANJARMASIN, banuapost,net– The Panasdalam, sebuah band yang dilahirkan Pidi Baiq, rupanya menginspirasi seorang Budi Ismanto untuk sebuah café dengan nama yang sama, Rumah Panasdalam.
Prediksi ini tentunya dengan alasan. Pasalnya, Film Koboy
Kampus pun, sebuah film yang belum lama ini tayang di seluruh studio film nusantara,
bahkan satu-satunya film yang lahir dari pemikiran putra Banjar, untuk musiknya
Grup The Panasdalam inilah yang dipercaya.
Terlepas dari soal Pidi Baiq yang juga sutradara film
Dilan dan The Panasdalamnya, Rumah Panasdalam yang berdiri di Kota Banjarmasin
ini, setidaknya makin melengkapi jenis tempat nongkrong kaum milenial di
Ibukota Seribu Sungai, Banjarmasin.
Namun ada perbedaan dengan café-café lainnya. Meski
sama-sama dilengkapi dengan WiFi untuk
menambah betah nongkrong sembari sajian varian berbagai menu, Rumah Panasdalam
ini nantinya dirancang untuk saling berbagi ilmu dalam berbagai hal.
“Bisa untuk diskusi tentang perfilman, bedah buku. Bahkan
untuk stand up comedy yang di Kalsel banyak memiliki potensi,” ujar Budi
Ismanto, yang juga Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kalsel itu.
Budi Engot, sapaan akrabnya, mengungkapkan Rumah
Panasdalamnya tersebut saat pembukaannya di bilangan Jl Mayjen Sutoyo S, Kelurahan
Teluk Dalam, Banjarmasin tengah, Rabu (18/9).
Karena pemikiran ingin memajukan kaum milenial atau Generasi
Y atau Gen Y di Kota Banjarmasin inilah, tercetus ide mendirikan café untuk
nongkrong generasi langgas tersebut.
“Jadi inti berdirinya Rumah Panasdalam ini memang untuk
kaum milenial, nongkrong dan saling berdiskusi berbagai hal. Tentunya, untuk
saling mencerdaskan,” tandas Budi yang pada pembukaan Rumah Panasdalam ini,
juga bertepatan dengan media onlinenya, apahabar.com, berusia 1 tahun. (yb/foto: ist)
