MUARA TEWEH, banuapost.co.id–
Seluruh jajaran Polres Barito Utara (Barut) melaksanakan salat Istisqa dan doa
bersama meminta turun hujan. Kediatan dilaksanakan di halaman Mapolres Barito
Utara, Selasa (17/9) pagi.
Untuk salat istisqa dilaksanakan anggota Polres Barito
Utara yang beragama muslim. Sedang doa bersama dilaksanakan anggota yang
beragama Kristiani di Aula Angrawina Jagratara.
Menurut Wakapolres Barut, Kompol Agus Dwi S, salat
Istisqa dan doa bersama ini, sekaligus juga untuk memohon ampunan kepada Allah
SWT dan turun hujan. Karena di Kabupaten Barito Utara, telah mengalami sekitar
tiga bulan kemarau panjang.
Selain itu, kata wakapolres, cuaca yang tidak bagus yang
diakibatkan kebakaran hutan dan lahan, menyebabkan terjadi kabut asap.
“Kegiatan ini dilaksanakan serentak di diseluruh jajaran
Polda Kalimantan Tengah,” jelas Kompol Agus.
Diaaku Kompol Agus, Polres Barut dalam menyikapi karhutla
sudah dari jauh-jauh hari melakukan kegiatan. Baik mingguan, operasi sambang,
langkah preventif, seperti patrol dan melakukan penegakan hukum.
Hal ini dimaksudkan untuk meminimalisir terjadinya
kebakaran hutan dan lahan, baik yang dilakukan dengan sengaja oleh perorangan
maupun perushaaan korporasi.
Sebab dengan adanya kebakaran hutan dan lahan ini, akan
mematikan sendi-sendi kehidupan, baik dari segi ekonomi, pendidikan dan
lain-lain.
Sementara informasi lain yang diterima dari Kantor
Kementerian Agama Barut, untuk sekolah Madrasah dan RA se Barut mulai 19-21 September 2019 meliburkan peserta didik.
(arh/foto: ist)
