BANJARMASIN, banuapost.co.id– Bantuan mulai mengalir untuk korban amuk api di Desa Sungai Bali, Kecamatan Bumi Sari Natar Pulau Sebuku, Kotabaru, Sabtu (23/11) malam.
Bahkan Dinas
Sosial Kalsel, sudah mendirikan dapur umum lapangan dengan berkoodinasi dengan
Tagana Kotabaru. Sementara Kejaksaan Negeri setempat, juga sudah menyalurkan bantuan
sembako ke lokasi musibah.
“Langkah
awal yang ditempuh, mendirikan dapur umum lapangan. Kami sudah berkoordinasi
dengan TaganaKotabru untuk segera mendirikan dapur umum lapangan.
Sementara bahan makanannya kami kirim dari provinsi,” kata Kepala Dinas
Sosial Kalsel, Siti Nuriyani, Minggu
(24/11).
Selain itu, lanjut Siti, dari
APBN sudah disiapkan bantuan sebesar Rp 161 jutaan, ditambah pakaian layak
pakai dari semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi.
Dana dari APBN ini berupa paket
lauk pauk, mie instan, paket sandang seperti mukena dan sarung, baju, tenda
gulung, kasur, makanan anak, family kit, kids wear dan foot wear.
“Sementara dari APBD masih kami
hitung dulu,” imbuhnya, seraya menambahkan, untuk bantuan tersebut juga
berkoordinasi dengan BPBD Kalsel.
Sedang Kejari Kotabaru melalu
Pasintel Agung Nogroho, atas nama institusinya turut berduka cita dengan musibah yang menimpah warga di Pulau Sebuku
itu.
“Bantuan tahap satu sudah
kita salurkan. Besok (Senin 25/11), tahap 2 akan kita salurkan lagi,” ujar
Agung.
Sebagaimana dilansir, akibat
amuk si jago merah , Sabtu (23/11) malam, lebih dari 400 bangunan luluhlantak.
Bahkan akibat amuk api 600 Kepala Keluarga atau lebih dari 1.800 jiwa
kehilangan tempat berteduh.
Amuk si
Jago merah berlangsung lebih dari enam jam sejak pukul 22:00 Wita. Api sulit
dipadamkan selain minimnya alat pemadam
kebakaran, juga karena angin bertiup cukup kencang.
Kondisi demikian semakin
diperparah dengan bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu. Sementara
untuk mendatangkan bantuan dari ibu kota kabupaten di Pulau Laut, juga mengalami kendala.
Selain harus menyeberangi selat
dengan jarak tempuh sekitar satu jam, cuaca juga tidak bersabahat malam itu. Kobaran
api akhirnya baru bisa dijinakkan enam jam kemudian, sekitar pukul 04.00 Wita.
(yb/her/foto: heri)
