SURAKARTA, banuapost.co.id–
Sosok Presiden Joko Widodo dalam jumpa pers di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah,
Surakarta, seperti tidak menggambarkannya sebagai seorang penguasa dengan
rakyat 260 jutaan dan negeri beribu pulau.
Entah di tengah suasana bahagia menyelimuti dengan
kehadiran cucu ketiganya di RS tersebut,
Jumat (15/11), Kepala Negara sempat mengucapkan kata: Nggih, ketika memberikan keterangan
kepada para jurnalis di RS PKU.
“Alhamdulillah nggih, sehat semuanya, sehat
semuanya,” kata presiden.
Nggih memang tidak ditemukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Meski demikian, kosa kata itu menjadi Bahasa Krama, yakni bahasa yang paling umum dipakai di kalangan orang Jawa, khususnya di Yogyakarta dan Surakarta yang artinya: ya. Pemakaiannya dianggap sangat baik untuk berbicara dengan orang yang dihormati atau orang yang lebih tua.
Bahkan kosa kata: Nggih, tak pernah terdengar diucapkan oleh seorang presiden kepada rakyatnya sejak bangsa dan negara ini memproklamirkan diri 17 Agustus 1945.
Pada kesempatan yang sama, Gibran mengumumkan nama anak
keduanya yang diketahui berjenis kelamin perempuan. Putrinya itu ia beri nama
La Lembah Manah.
“Namanya La Lembah Manah. Lembah Manah artinya
rendah hati. Depannya ada La, itu singkatan. Nanti tak beri tahu,” ujar
Gibran.
Dalam keterangan kepada awak media sebelumnya, Gibran
mengatakan La Lembah Manah lahir dengan berat badan 2,92 kilogram dan panjang
46,5 centimeter pada pukul 15.46 WIB melalui operasi caesar.
Ia pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim dokter
yang telah membantu istrinya melahirkan dengan lancar.
“Saya berterima kasih sekali kepada semua tim dari
PKU dan juga kita ini didampingi oleh Pak Menteri (Menteri Kesehatan Terawan
Putranto). Terima kasih semua,” kata Gibran.
Sementara Ibu Iriana yang sejak pagi turut mendampingi
sang menantu, Selvi, mengaku ikut merasa berdebar selama menunggu kelahiran
cucu ketiganya.
Hal yang sama Ibu Iriana rasakan ketika menanti kelahiran
Jan Ethes Srinarendra. “Masih deg-degan karena nunggu operasinya sama
ibunya Selvi sampai tegang, tapi setelah lahir plong. Sama tegangnya (dengan
saat Ethes dilahirkan),” kata Ibu Iriana. (yb/din/foto: kris)
