BANJARMASIN, banuapost.co.id– Dugaan dibisniskannya kamar pasien di RSUD Ulin Banjarmasin, jadi sorotan anggota Komisi IV DPRD Kalsel. Sorotan wakil rakyat di rumah banjar itu tentu sangat beralasan. Sebab jika itu benar, dampaknya sangat merugikan warga yang membutuhkan layanan.
Untuk mengetahui lebih jelasnya soal dugaan dibisniskannya
kamar inap di RSUD itu, komisi yang membidangi pendidikan dan kesehatan ini, memanggil
manajemen dan Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS), Senin (2/12).
“Karena diduga masih terjadi jual beli kamar, untuk itu
kita minta keterangan dari pihak rumah sakit,” ujar Ketua Komisi IV, HM Lutfi
Saifuddin, usai rapat dengar pendapat.
Politisi Partai Gerindra ini tak menampik kerap menerima
Informasi tersebut. Bahkan tak hanya masyarakat umum yang mengalaminya, anggota
dewan pun juga pernah. mengalami kamar penuh.
Namun setelah manyuap
antara Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu, kamar
pun tersedia. Praktek bisnis kamar ini jelas sangat merugikan warga yang tengah
sakit untuk rawat inap.
“Ini diduga dilakukan oknum. Karena itu kami minta pihak
rumah sakit lebih tegas terhadap oknum ini. Kalau perlu sampai pemecatan,” pungkas
Lutfi.
Sementara Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, dr Hj Suciati,
menepis adanya jual beli kamar di rumah sakit yang dipimpinnya.
Menurutnya, jika pun ada maka itu mungkin dilakukan para makelar. Bukan karyawan rumah sakit. Sebab
pihaknya tidak punya niat memperjualbelikan kamar kepada para pasien yang datang.
“Ulah semacam itu bisa jadi dilakukan para makelar yang
tidak ada kerjaan. Tetapi ikut nimbrung di rumah sakit untuk mencari keuntungan,”
katanya.
Karena itu jika terbukti, lanjut Hj Suciati, maka harus
ditindak pihak kepolisian. Begitu juga jika ada orang dalam yang terlibat, maka
akan diberikan sanksi berupa teguran pertama, kedua dan ketiga.
Menurut Hj Suciati, selama ini kesannya kamar selalu
penuh. Itu ada kemungkinan kurang aktifnya petugas rumah sakit memberikan
informasi kalau sebenarnya kamar yang tadinya ditempati, ternyata pasiennya
sudah keluar.
“Meski demikian, adanya hal semacam ini akan terus kami
perbaiki dan tingkatkan kinerja pelayanan rumah sakit kepada masyarakat,” imbuhnya.
(pik/foto: ipik)
