MUARA TEWEH, banuapost.co.id– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Barito Utara melaksanakan praktek pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB) di Desa Malawaken, Tweh Tengah, Selasa (10/12).
Menurut Wakil Bupati Barut, Sugianto Panala Putra, pembukaan
lahan dengan cara membakar memang dianggap lebih mudah, praktis dan ekonomis
serta tidak memerlukan biaya mahal.
“Namun demikian, dampak yang ditimbulkannya sangat
membahayakan. Sehingga PLTB harus dicoba untuk dipraktekkan dan diaplikasikan
kepada kelompok tani. Sehingga nantinya program pertanian secara menetap, bisa
terwujud. Baik pertanian padi, jagung maupun komoditi pertanian lainnya,” kata
wabup.
Terlebih lagi, lanju wabup, Kabupaten Barito Utara
merupakan salah satu kabupaten yang cukup berhasil dalam program penanaman
jagung yang lokasinya tersebar di beberapa wilayah kecamatan, dan hasil panen
dari jagung sangat membantu dalam meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Barito Utara.
Menurut wabup, manfaat dari metode PLTB ini yaitu tidak
menimbulkan pencemaran udara yang berasal dari asap pembakaran vegetasi,
membantu menurunkan emisi gas rumah kaca terutama dari gas karbondioksida
(co2),
Selain itu, memperbaiki bahan organik tanah dan kadar air
dan dalam jangka panjang akan menjamin keberlangsungan dan kelestarian
lingkungan.
Dengan metode PLTB materi hasil tebangan (cabang, dahan,
ranting dan daun) yang telah membusuk nantinya akan menjadi pupuk alami yang
dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah.
Sementara Kadis LH Barut, Ir Suriawan Prihandi mengatakan,
kegiatan diikuti anggota dan pengurus kelompok tani, terutama kelompok tani
jagung dan padi ladang atau komoditi pertanian lainnya dengan jumlah peserta
kurang lebih 100 orang. (arh/foto: ist)
