AMBON, banuapost.co.id– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Surakarta, mengajak seluruh DPD dan DPC kembali ke marwah gerakan, yaitu menjadi organisasi nasionalis. Ajakan disampaikan dalam Kongres GMNI XXI di Ambon, Senin (2/12).
Menurut Ruwanda Saputro, Ketua DPC GMNI Solo, saat ini
tantangan besar bangsa mengenai radikalisme dan intoleransi.
“Karena itu, ini merupakan tugas besar GMNI untuk
membumikan Pancasila di kampus dan di kampung, sebagaimana Bung Karno selalu berucap,
persatuan itu modal utama bangsa ini,” ujar Ruwanda.
GMNI sebagai organisasi pergerakan yang berangkat dari
hati nurani mahasiswa, ketika rakyat dirugikan, GMNI harus masuk dalam
permasalahan.
“Kita tidak mempersoalkan siapa yang salah dan siapa yang
benar. Namun ketika rakyat dirugikan, GMNI harus hadir,” tandasnya.
Sebenarnya rakyat tertindas, lanjut Ruwanda, oleh karena sistem.
Bukan rakyat malas dan tidak tahu hal tentang administrasi.
Karena tertindas oleh system, rakyat selalu merasa benar.
Sebab memang rakyat tidak memiliki informasi dan akses dalam hal mengadvokasi
dirinya sendiri.
“Oleh sebab itu, GMNI sebagai organisasi pergerakan,
harus mau terjun ke dalam isu dan masalah di masyarakat untuk reposisi,”
tandasnya.
Selama program aksi tersebut dilakukan, tentunya akan
menciptakan sumber daya GMNI yang Intelektual organik, melek teknologi dan
kekinian. Namun tetap dalam turunan azas perjuangan. (yb/foto: ist)
