BANJARMASIN, banuapost.co.id– Generasi milenial lintas iman se Kota Banjarmasin, berkomitmen menangkal hoaks. Kesepakatan terungkap usai mengikuti Workshop Literasi Media yang digelar Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3) Banjarmasin, Minggu (15/12) malam.
Workshop yang mengusung tema: ‘One Click And You’ll Get
What You Need’, dihelat di Hotel Victoia sejak Sabtu (14/12). Sedikitnya 31
pemuda-pemudi memgikuti kegiatan ini.
“Anak muda adalah tonggak masa depan bangsa. Dengan
menggunakan media sosial untuk menebarkan pesan-pesan damai dan melawan
narasi-narasi kebencian yang sangat massif diproduksi, diiharapkan menjadi
agen perdamaian. Sehingga menjadikan Banjarmasin sebagai kota yang rukun,”
ujar Rafiqah, Direktur LK3 Banjarmasin di sela-sela kegiatan.
Hari pertama, peserta diberikan pemahaman mengenai
pluralisme agama yang melahirkan pluralisme kewargaan oleh Darius Dubut,
dosen Teologi yang juga aktivis perdamaian.
“Seringnya konflik antar agama yang terjadi,
merupakan konflik dalam dimensi simbol-simbol agama. Padahal setiap agama,
memiliki simbol masing-masing. Bahayanya ketika simbol-simbol kemudian
digeneralisasi,” ujarnya.
Tidak hanya mendapatkan materi mengenai pluralisme,
peserta kegiatan juga diberikan materi analisa media dan pelatihan
jurnalistik.
Budi Kurniawan yang juga fasilitator kegiatan workshop,
menjadi pembicara mengenai jurnalistik ini. “Penting bagi teman-teman
untuk tidak percaya hanya pada satu sumber berita,” ucap Budi.
Setelah mendapatkan pengetahuan mengenai analisa media
dan penulisan jurnalistik, peserta diminta mempraktikkannya dengan
melakukan liputan untuk kemudian dijadikan bentuk tulisan jurnalistik
dengan tema yang telah ditentukan fasilitator.
“Keseharian teman-teman mungkin ada yang pernah
mengalami perundungan, melihat praktik-praktik intoleransi, atau kegiatan
keseharian teman-teman menjaga keberagaman di lingkungan sekitar. Hal itu
akan menarik kalau teman-teman tuliskan,” imbuh Budi.
Hasil tulisan peserta kemudian dianalisa bersama dan
diberikan catatan-catatan agar peserta dapat memahami dan meningkatkan
kemampuan menulisnya. (*/yb/foto: ist)
