BANJARMASIN, banuapost.co.id– Ujian Nasional (UN) dihapus, selain masih menjadi isu liar di tengah masyarakat, juga belum ada pemberitahuan resmi pihak dinas pendidikan ke sekolah-sekolah.
Belum adanya informasi pasti dihapusnya UN itu diungkapkan
Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 2 Banjarmasin, Fastamik Lima Yuha, yang ditemui
di ruang kerjanya, Selasa (3/12).
“Terkait penghapusan UN, sampai sekarang ini kami
belum pernah menerima informasi resminya dari dinas pendidikan,” tegas Fastamik.
Oleh sebab itu, lanjut Fastamik, selain tidak berani memberikan
banyak tanggapan, juga karena setiap keputusan apapun biasanya selalu ada surat
dan petunjuk dari disdik.
Fastamik tak menampik kabar akan dihapusnya UN ini masih
simpng siur. Sementara di group WhatApp yang beranggotakan seluruh Kepala
Sekolah SMK se Kalsel, tidak pernah ada membahas mengenai hal ini.
Meski demikian, menurut Fastamik, semisal UN dihapus apakah
menguntungkan untuk siswa atau tidak. Sebab UN, ada faktor positif dan negarif.
“Positifnya, siswa semakin semangat untuk memperbaiki
motivasi belajar dan meninggkatkan nilai. Sementara negatifnya, karena merupakan keputusan mutlak
pusat, pihak sekolah pun tidak memiliki peran. Jadi memang harus dikaji,”
imbuhnya.
Sementara ini bagi pihak SMK Muhammadiyah, sambung Fastamik,
terlepas dari isu UN akan dihapus, tetap mempersiapkan siswa-siswinya untuk
menjalani UN.
“Kami pihak sekolah tetap mempersiapkan siswa-siswi
kami untuk menjalani UN nantinya. Bahkan kami sudah melakukan simulasi UN dan
tahapan lainnya,” tandas Fastamik. (ela/foto:
ist)
