BANJARMASIN, banuapost.co.id– Wacana kongres bahasa dan sastra Banjar yang mengemuka saat seminar pelestarian bahasa dan sastra Banjar, direspon Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dengan siap mempelopori pelaksanaanya.
Kepala UPT Bahasa
ULM, Fatchul Mu’in, saat menutup kegiatan seminar, menyambut positif rencana
kongres bahasa dan sastra Banjar sebagai upaya mempertahankan dan pengembanganya.
Bahkan siap mengajukan anggaran untuk berlangsungnya
kongres.
“Kami menyambut positif rencana kongres bahasa Banjar.
Karena itu, tahun depan kami ajukan anggaran untuk terlaksananya kongres,” ujar
Guru Besar kebahsaaan ULM ini.
Tidak-tanggung-tanggung, alumni program doktoral
Universitas Negeri Malang ini, menyebut akan mengajukan anggaran sebesar Rp300
juta.
“Kongres ini penting dan mendesak untuk dilaksanakan,
kami akan mempersiapkannya agar terlaksana tahun depan,” tandasnya.
Pernyataan Kepala UPTD Bahasa ULM ini sontak mendapat
tapuk tangan yang riuh dari peserta seminar. Pelaksanaan kongres memang menjadi
harapan peserta.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, wacana kongres bahasa
dan sastra Banjar mengemuka saat Seminar Pelestarian Bahasa dan Sastra Banjar
yang diadakan oleh UPT Bahasa ULM, Sabtu (30/11).
Wacana ini awalnya dikemukakan salah satu narasumber,
Jamal T Suryanata, yang meminta seluruh pihak yang terkait untuk mengambil
tindakan nyata dalam pelestarian bahasa dan sastra Banjar. “Wacana kongres yang
sudah ada beberapa tahun, seharusnya segera dapat diwujudkan,” ujarnya.
Kongres nantinya akan menjadi forum besar untuk
merumuskan hal yang berkaitan dengan bahasa dan sastra Banjar.
Wacana kongres ini mendapat respon positif dari peserta
seminar. Saat sesi diskusi banyak peserta yang memiliki harapan yang sama.
Beberapa beserta bahkan turut memberikun saran prihal rencana konres bahasa
Banjar ini.
Seminar dihadiri oleh guru, akademisi, budayawan,
peneliti, dan jurnalis, berlangsung efektif dengan antusias peserta sangat
tinggi. (uza/foto: ist)
