MUARA TEWEH, banuapost.co.id– Selama Desember 2019 lalu, sedikitnya ada 30 kasus penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang menyerang warga di Kabupaten Barito Utara.
Untuk mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) DBD ini, Dinkes
setempat melaksanakan pengasapan (fogging) di beberapa tempat dalam kota Muara
Teweh.
“Dari 30 penderita DBD itu, tersebar di beberapa
kecamatan di daerah ini. Terbanyak dari dalam kota Muara Teweh,” jelas Plt
Kadinkes Barut H Siswandoyo, Kamis (2/1).
Karena kondisi demikian, Dinkes Barito Utara mengimbau warga masyarakat agar menerima dengan baik
petugas fogging dan menunjukan tempat yang diharapkan fokus untuk di fogging.
“Saat petugas melakukan pengasapan, diharapkan kepada
pemilik rumah segera mengeluarkan binatang peliharaannya, seperti burung,
kucing, ayam dan binatang peliharaan lainnya,” ucap Siswandoyo.
Selain itu, tambah kadinkes, pada orang tua yang lanjut
usia untuk dibawa keluar rumah agar tidak terkena asap sampai menunggu asap menghilang,
juga menutup makanan, minuman serta bahan makanan lainnya agar tidak
terkontaminasi racun fooging.
Plt Kadikes juga meminta agar melakukan
pemberantasansarang nyamuk dengan cara 3M Plus. Yaitu menutup tempat
penampungan air, menguras tempat penampungan air secara rutin minimal seminggu
sekali.
Mengubur tempat penampungan air yang tidak terpakai dan
memantau jentik nyamuk seminggu sekali. Plus menghindari dari gigitan nyamuk
menggunakan repelen anti nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, melakukan
larvasidasi dan menggunakan kelambu.
“Apabila sakit, segeralah berobat ke puskesmas atau rumah
sakit atau ke tempat pelayanan kesehatan terdekat. Jangan lupa, tetaplah
berperilaku hidup bersih dan sehat,” ujar H Siswandoyo. (arh/foto: ist)
