PARINGIN, banuapost.co.id– Jembatan Desa Babayau, Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan, ambruk. Akibatnya, warga terpaksa menggunakan jembatan darurat yang kondisinya juga memprihatinkan.
Jembatan yang menghubungkan Desa Babayau dengan dsa
lainnya itu, ambruk akibat besi penahan tali besi jembatannya, patah. Peristiwa
terjadi Sabtu (11/1) sore sekitar pukul 15:30 Wita.
Warga desa mengeluhkan ambruknya jembatan karena satu-satunya
yang jalan untuk menuju kebun mereka.
“Padahal jembatan yang baru dibangun, merupakan lintasan utama warga untuk menyadap karet ke
kebun. Akibatnya, terpaksa harus melalui jembatan yang ada di selahnya yang
kondisinya juga memprihatinkan,” ucap satu warga.
Meski ada jalan menuju desa lain, lanjut warga itu, namun
jaraknya pun cukup jauh karena harus memutar.
Salah satu pekerja jembatan saat di temui di lokasi menuturkan,
jembatan ambruk akibat besi angker sebagai penahan tali besi jembatan patah.
“Hanya besi angker penahan tali besi jembatan saja
patah. Untuk kayu dan papan jembatannya masih bisa digunakan lagi karena masih
baik,” ucapnya.
Semantara menurut Kepala Desa Babayau, Doni, jembatan masih
dalam tahap pengerjaan sejak Oktober lalu, dan diperkirakan selesai pada Januari
ini.
“Padahal jembatan yang ambruk, akses satu-satunya
untuk ke kebun warga. Sebanyak 659 jiwa warga Desa Babayau ini, rata-rata penyadap
karet,” jelasnya.
Menurut Doni, sejak awal pembuatan, jembatan memang
diperuntukan mengganti jembatan di sebelahnya yang kondisinya sudah miring.
Sedang jalan alternatif lain yang ada, selain jaraknya jauh beberapa kilometer,
tempatnya pun di desa sebalah.
“Untuk kasus ini, pemerintah desa akan melakukan
musyawarah bersama masyarakat. Selain mencari solusinya, juga akan meminta pendapat pemerintah
daerah,” pungkasnya. (sri/foto: ist)