JAKARTA, banuapost.co.id- Jembatan Tumbang Samba, menghubungkan Desa Telok dan Desa Samba Danum di Kecamatan Katingan Tengah, Kateng, pembangunanya rampung, menyusul tersambungnya bentang tengah jembatan.
Rampungnya jembatan yang digadang-gadang dapat
mengekselerasi kegiatan ekonomi di daerah sekitar, hingga dapat meningkatkan kesejahteraan
masyarakat, diakui Menteri PUPR.
Menurut Menteri Basuki, Jembatan Tumbang Samba akan
menjadi jembatan terpanjang di Lintas Tengah Kalimantan.
“Dengan semakin terhubungnya Lintas Tengah Kalimantan,
akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan. Karena di sekitarnya terdapat
perkebunan, seperti sawit, karet dan pertambangan. Jadi akan mempercepat
transportasi logistik,” jelas Menteri Basuki, Selasa (21/1).
Sementara Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional
(BBPJN) XI Banjarmasin, Budi Harimawan Semihardjo, mengatakan, penyambungan
bentang tengah (full span lifting) sepanjang 108 meter dan berat 450 ton, telah
selesai dilaksanakan Jumat (17/1).
Struktur pelengkung baja bentang tengah jembatan tersebut,
dikerjakan di Pabrik PT Wika Beton yang berlokasi di Karangmukti, Cipeundeuy,
Subang, Jawa Barat.
Dengan telah tersambungnya bentang tengah jembatan, Budi
Harimawan berharap pembangunan Jembatan Tumbang Samba akan membuka kawasan
terisolir di Utara Katingan, sekaligus melengkapi struktur jaringan jalan
nasional dari Kalimantan Tengah menuju wilayah Provinsi Kalimantan Barat dan
sebaliknya.
“Sehingga akan membawa efek positif bagi peningkatan
perekonomian masyarakat di wilayah Utara Katingan,” katanya.
Budi tak menampik, kehadiran jembatan yang melintasi
Sungai Katingan, sudah sangat ditunggu dan direspon positif masyarakat Kalteng.
“Keberadaan jembatan ini akan mempermudah pergerakan
masyarakat dari bagian hulu atau Utara Kabupaten Katingan ke Pasar Tumbang
Samba hingga ke batas Kalbar,” jelasnya.
Jembatan Tumbang Samba dibangun sejak 2017 dengan nilai
kontrak tahun jamak sebesar Rp 284 miliar. Pekerjaan konstruksi jembatan
dilaksanakan PT Wijaya Karya
(Persero)Tbk, dan juga memproduksi sendiri pelengkung baja jembatan tersebut.
Jembatan dengan panjang total 843,2 meter tersebut, akan
menjadi yang terpanjang di Provinsi berjuluk “Bumi Tambun Bungai” dan dilengkapi
dengan jembatan penghubung dan jalan pendekat pada kedua sisi.
Jembatan itu nantinya bakal dimanfaatkan oleh lalulintas
kendaraan dari berbagai daerah, sehingga masyarakat tidak perlu lagi
menggunakan jasa kapal fery untuk menyeberangi Sungai Katingan untuk mengangkut
kendaraannya. (yb/*/foto: ist)
