JAKARTA, banuapost.co.id– Pemerintah diharapkan memberi kesempatan kepada generasi milenial untuk menduduki jabatan-jabatan penting, termasuk juga di BUMN.
Sebab jika kesempatan itu tidak diberikan dari sekarang,
maka regenerasi kepemimpinan akan terhambat. Sehingga akan merugikan Indonesia
di masa depan.
Harapan itu dikemukakan Mardani H Maming, dalam sambutan pertamanya selaku Ketua Umum Badan
Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) setelah melantik
kepengurusan HIPMI bhakti 2019 – 2022 di
Hotel Rafles, Rabu (15/1).
Pelantikan BPP HIPMI ini disaksikan langsung Presiden
Joko Widodo, sekaligus juga sejarah baru dalam kepengurusan pengusaha muda
tersebut. Karena sebelum-sebelumnya, tidak pernah dihadiri Kepala Negara,
terkecuali wakil presiden.
Meski demikian, menurut Mardani, generasi milenial juga
harus mempersiapkan diri. Bergerak cepat merebut berbagai peluang, untuk
mengembangkan diri agar siap menghadapi persaingan global yang semakin ketat di
masa mendatang.
Harapan CEO Holding PT Batulicin 69 dan PT Maming 69 ini
tampaknya sangat beralasan, seiring dengan salah satu program Presiden Joko
Widodo yang fokus membangun peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)
Indonesia, agar mampu bersaing dengan negara-negara lain di era revolusi
industri 4.0. dan juga untuk menjaga kelangsungan pembangunan nasional.
“Terlebih lagi, bangsa Indonesia akan memasuki era bonus
demografi. Dimana jumlah penduduk usia produktif, yakni berusia 15 hingga 60
tahun, lebih besar dibanding usia non produktif,” jelas Mardani.
Beberapa penelitian, lanjut Mardani menyebutkan,
Indonesia kemungkinan akan memasuki era bonus demografi pada 2030. Namun bisa
saja terjadi lebih cepat.
Pada saat bonus demografi terjadi, penduduk usia
produktif diperkirakan mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk.Indonsia.
Bonus demografi ini peluang, sekaligus tantangan bagi
Indonesia. Bisa menguntungkan untuk memajukan kesejahteraan serta memakmurkan
rakyat. Namun dengan syarat, memiliki SDM berkualitas yang dapat menunjang
serta memberikan kontribusi terhadap pembangunan negara.
“Keuntungan dari bonus demografi yang ditunjang SDM
berkualitas, dapat meningkatkan pendapatan perkapita apabila ada kesempatan
kerja yang produktif,” tandas Mardani.
Namun sebaliknya, sambung Mardani, apabila gagal dalam
memanfaatkan bonus demografi ini, maka jelas akan terjadi kerugian yang sangat
besar bagi Indonesia.
Sementara HIPMI, menurut Mardani, melihat era bonus
demografi di Indonesia sudah berada di depan mata. Oleh sebab itu, persiapkan generasi
milenial agar dapat dioptimalkan perannya bagi pembangunan dan kemajuan
Indonesia.
Ditegaskan Mardani, untuk mendukung program pemerintah
dalam meningkatkan SDM, BPP HIPMI tengah mempersiapkan sejumlah program untuk
para wira usaha muda agar berkembang menjadi pengusaha yang handal, profesional
dan berdaya saing.
Di antara program itu, rinci Mardani, HIPMI Go to Campus,
HIPMI Go to School, HIPMI Pesantren dengan tujuan membangun semangat entrepreneuership di kalangan anak muda.
Program yang dirintis Ketua Umum BPP HIPMI sebelumnya, Bahlil
Lahadalia, ditandaskan Mardani, terus dilanjutkan. Karena sangat positif untuk
membangun jiwa wirausaha generasi muda.
Sehingga dapat mengubah paradigma berpikir lama mereka,
dari pola pikir lulus sekolah atau kuliah mencari kerja, menjadi pelaku usaha
yang justeru membuka lapangan kerja baru.
BPP HIPMI juga meluncurkan sebuah program baru, yaitu
HIPMI Cafe. Program untuk para mahasiswa di beberapa kampus. Mereka tidak hanya
mendapatkan teori berbinis, namun menjadi sarana praktik langsung mengelola
sebuah usaha.
“Program HIPMI Cafe ini modalnya dari HIPMI bekerjasama
dengan produsen kopi terkenal di Indonesia. Karena itu kami berharap, kerjasama
lebih luas dengan para konglomerat Indonesia lainnya, untuk bersama-sama
membangun jiwa wirausaha di kalangan generasi muda kita,” pungkas Mardani.
Pelantikan BPP HIPMI masa bhakti 2019 – 2022 yang
mengusung tema: “Peningkatan Kualitas SDM Pengusaha Muda Indonesia dalam
Menyambut Era Bonus Demografi”, juga dihadiri Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, Ketua DPD RI,
Lanyala Mattaliti dan Menteri Kabinet Indonesia Maju.
Kemudian pimpinan Lembaga Tinggi Negara, Penglima TNI dan
Kapolri, serta Ketua Dewan Pembina BPP HIPMI yang saat ini mendapat kepercayaan
mengemban tugas sebagai Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia.
Juga gubernur dan bupati se Indonesia, Ketua Umum Kadin
Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, serta Ketua Umum Asosiasi dunia usaha. (yb/b2n/foto: beben)