MUARA TEWEH, banuapost.co.id– Dinas Perhubungan Kabupaten Barito Utara (Dishub Barut), andil bagian dalam menyumbangkan pendapat asli daerah (PAD). Hingga Desember 2019, berhasilkan melaksanakan target yang ditetapkan sebesar Rp 3 miliar.
Namun kenyataannya, melebih. Pasalnya realisasi PAD sudah
mencapai Rp3,83 miliar. Terkhusus untuk retribusi tambat labuh yang dikelola Bidang
Perhubungan Sungai dan Penyeberangan Dinas Perhubungan Barito Utara.
Kepala Bidang Perhubungan Sungai dan Penyeberangan, Buana
Mihrab Buanapati, tak menampik perolehan PAD dari hasil retribusi tambat labuh
hingga Desember 2019 telah melebih target yang ditetapkan pemerintah.
“Untuk target PAD Bidang Perhubungan Sungai dan
Penyeberangan Dinas Perhubungan 2019 lalu, telah melebihi target yang telah
ditetapkan sebesar Rp 3 miliar dengan realisasi akhir Desember mencapai Rp 3,83
miliar,” tandas Mihrab Buanapati, Senin (6/1).
Tingginya perolehan PAD dari jasa tambat labuh bidang
perhubungan sungai dan penyeberangan, lanjut Mihrab, bahkan telah melebihi
total target pendapatan Disbub secara keseluruhan yang telah ditetapkan sebesar
Rp 3,074 miliar untuk 2019 ini.
Tingginya pendapatan dari jasa tambat labuh ini, lantaran
hasil produktivitas perusahaan yang juga tinggi di daerah. Sehingga juga
berdampak terhadap banyak angkutan hasil produksi perusahaan yang melintas di
perairan Sungai Barito.
Dikatakannya, sejak 2017 hingga 2019 PAD pelayanan jasa
ke pelabuhan, selalu melebihi target yang ditetapkan. Untuk 2017 untuk
retribusi pelayanan ke pelabuhan ditargetkan sebesar Rp 650 juta, realisasi
sebesar Rp 980.600.000 atau 150,86 persen.
Pada 2018 untuk retribusi pelayanan ke pelabuhan
ditargetkan sebesar Rp 3 miliar, realisasi sebesar Rp 3.527.900.000, atau
117,60 persen, dan 2019 target Rp 3 miliar, realisasi sebesar Rp 3.83.900.000
atau 127,90 persen.
“Diharapkan pada 2020 ini, PAD Dinas Perhubungan juga
bisa melebihi target yang telah ditetapkan,” kata Mihrfab Buanapati. (arh/foto: ist)