BANJARMASIN, banuapost.co.id– Mimpi sekitar 55 anggota DPRD Kalsel untuk melihat keindahan alam Finlandia dan Estonia, dua negara di Eropa, bakal menjadi kenyataan.
Selain mekanisme yang memungkinkan terwujudnya mimpi,
dasar keberangkat pun cukup kuat. Karena diundang resmi Kedutaan Besar (Kedubes)
negara Eropa itu.
Selain itu, melalui Kementerian Kehutanan dan Lingkungan
yang kemudian diteruskan ke Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DHL) Kalsel,
guna turut menjalin hubungan kerjsama melalui kunjungan parlemen.
“Untuk waktu kunjungan kita belum pastikan, karena
harus menunggu jadwal yang ditentukan kementerian dan dinas yang mengajak
kita,” ujar Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK, usai rapat pemaparan terkait
kunker dari Dishut dan DLH Provinsi Kalsel, Kamis (9/1).
Politisi Partai Golkar ini tahun sebelumya menentang
keras wacana kunker ke Wilayah Asia Timur, karena menilai tidak memiliki
urgensi.
Namun rencana ke Finlandia dan Estonia, didukung penuh H
Supian HK yang juga Ketua Harian DPD Partai Golkar itu.
“Kalo dulu, saya yang paling tidak setuju. Sekarang
saya sangat mendukung, karena ini sangat jelas dan penting,” katanya.
Bahkan H Supian HK mengapresiasi upaya Dinas Kehutanan
DLH Kalsel yang pro aktif karena sudah lebih dulu melakukan studi banding ke
Finlandia. Kali ini mengundang anggota
DPRD Kalsel untuk kunker bersama dalam kaitan penguatan produk peraturan
daerah.
Menurut Supian HK, meski keberangkatan 55 anggota dewan
nantinya berjamaah, tapi tidak terkumpul pada satu titik.
Pasalnya, kedubes negara yang dituju akan mengakomodir
empat komisi yang akan berkunjung dengan narasumber berbeda, seperti Komisi I
bidang hukum dan pemerintah. Komisi II bidang ekonomi dan keuangan. Komisi III
bidang jalan, dan komisi IV bidang pendidikan.
“Kita sudah ada izin, baik dari kemendagri, kemenkeu.
Jadi tinggal keberangkatannya saja lagi,” tandas Supian HK.
Sementara Kadishut Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq,
mengatakan, diundangnya para wakil rakyat itu lebih untuk kepentingan nasional.
Selama ini RI
melakukan segala upaya unuk menangkal kampaye hitam palm oli, yang selalu
didengun oleh Uni Eropa, Indonesia membangun kelapa sawit dari konversi lahan
hutan.
“Inilah tugas semua duta besar untuk mengkanter ini.
Salah satunya duta besar berkuasa penuh Estonia dan Finlandia,” kata
Hanif.
Selama ini penjelasan dari sisi sawitnya, lanjut Hanif, tidak mampu menjelaskan masyarakat ekonomi
eropa. Sehingga berdampak pada harga CPO yang selalu rendah.
Padahal CPO Indonesia merupakan penyumbang devisa kedua,
setelah batubara. Sehingga secara provinsi harus diselamatkan. (yb/pik/foto: ist)