MANGGARAI, banuapost.co.id– Persoalan sampah di kawasan detinasi wisata Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT, dibahas Presiden Joko Widodo dalam rapat koordinasi dengan instasi dan lembaga terkait.
Dalam rapat yang berlangsung di Hotel Plataran Komodo,
Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Senin (20/1), presiden menyoroti penanganan sampah,
baik laut maupun darat.
“Dua, jadi sampah yang ada di laut dan sampah yang
ada di darat. Yang ada di laut tadi sudah diputuskan kita akan kirim di sini
kapal untuk membersihkan dan mulai Februari nanti kita juga akan bergerak ke
bawah laut untuk mengambil sampah. Meskipun belum banyak, tapi harus dimulai.
Jangan sampai ada sampah di Labuan Bajo,” tegasnya.
“Yang di darat nanti, Kementerian PU akan
mempersiapkan incinerator dan juga tempat pembuangan sampah akhirnya. Dan juga
yang paling penting juga pendidikan masyarakat mengenai budaya sampah,”
tambahnya.
Sementara itu untuk keluhan soal ketersediaan air baku, presiden
menyebut sudah ditambah 100 mililiter/detik. Kementerian PU juga disebutnya
tengah mempersiapkan tambahan yang lebih besar lagi.
Adapun soal kelestarian lingkungan di kawasan Labuan
Bajo, presiden telah memerintahkan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Siti
Nurbaya Bakar, untuk membuat nursery yang bisa memproduksi 5-7 juta pohon
setiap tahunnya.
“Nanti setiap tahun menanam segitu terus, rutin.
Sudah detail sekali tadi. Saya kira pembicaraan kita sudah teknis dan sangat
detail, sehingga semuanya yang kira-kira kita ragu semuanya sudah kita
tutup,” jelasnya.
Labuan Bajo sendiri memang dipersiapkan sebagai destinasi
wisata dengan kelas super premium yang memiliki diferensiasi dari tempat-tempat
wisata lain. Presiden berharap, wisatawan yang datang ke Labuan Bajo bisa
berbelanja lebih banyak dan tinggal lebih lama.
“Kita harapkan di sini belanjanya lebih besar, tinggalnya
lebih lama, kita harapkan itu. Artinya bukan jumlah turisnya, tetapi
spending-nya, belanjanya yang lebih banyak. Kira-kira itu,” tandasnya. (yb/din/foto: muchlis jr)