PELAIHARI, banuapost.co.id– Kinerja Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, sebagai mana visi misi Bupati dan Wakil Bupati yang disusun dalam RKPD dan kemudian RPJMD, RENSTRA, juga RENJATA 2019, di monitoring dan evaluiasi (monev).
Monev yang menghadirkan narasumber dari Badan Rencana
Pembangunan Daerah (Bappeda), Andris Evony, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda),
Surya Arifani, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) M. Darmin dan
H Sutrisno, berlangsung di gedung Sarantang Saruntung, Selasa (4/2).
Menurut Sekdakab Tala, Dahnial Kifli, semua ASN harus mengetahui
tahapan-tahapan tersebut. Mulai dari merencanakan, mengorganisasi, melaksanakan
dan memonitoring.
Kendati demikian, fakta di lapangan memang berbeda.
Banyak kendala-kendala, baik itu perencanaan yang tidak matang, perencanan yang
tertekan, maupun perencanaan yang berkepentingan.
“Kita mempunyai pimpinan, sehingga acuan dan pedoman kita
puncaknya adalah pada visi dan misi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, sekdakab juga menekankan peran
pimpinan SKPD untuk mengatur kegiatan apa saja yang menjadi prioritas. Lain
halnya dengan kecamatan yang dapat merasakan langsung mana yang prioritas serta
mencapai sasaran dan bermanfaat untuk masyarakat.
“Mulai dari musrenbang tingkat desa hingga pusat,
teorinya seperti itu dan dasar hukumnya ada. Hari ini pun kita melaksanakan
monitoring dan evaluasi ada dasar hukumnya,” jelasnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, monitoring dan evaluasi harus berjalan selaras. Jangan hanya evaluasi
tanpa dimonitor.
Karena itu diharapkan pada Manunggal Tuntung Pandang (MTP)
bukan hanya sarasehan. Masyarakat juga diberi peluang untuk menyampaikan proposal.
“Patut dipertanyakan jika ada masyarakat yang baru saja
menyampaikan proposal. Apakah ketinggalan dalam musrenbang desa atau kecamatan,”
ucapnya dalam acara yang juga dihadiri pimpinan SKPD, camat, dan ASN lingkup Kabupaten
Tala. (zkl/foto: ist)
