JAKARTA, banuapost.co.id– Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin mewacanakan dibentuknya Forum Kerukunan Umat Beragam (FKUB) tingkat Nasional. Selama ini, keberadaan FKUB hanya ada di provinsi, kabupaten dan kota.
Wacana tersebut mengemuka dalam pertemuan dengan Menteri
Dalam Negeri, Tito Karnavian di Kantor Wakil Presiden, Jumat (7/2). Pertemuan
yang juga dihadiri Wakil Menteri Agama, membahas Toleransi Kerukunan Beragama.
“Tadi bersama Bapak Menteri Agama, tapi Pak Menteri
Agama sedang ada acara di Kalimantan, jadi Pak Wamen wakilkan,” kata mendagri usai pertemuan.
Menurut Menteri Tito, karakteristik bangsa Indonesia yang
plural, multikultural, dan beragam agama, menyebabkan perbedaan menjadi satu
hal yang seharusnya jadi pemersatu bangsa.
“Perbedaan itu jangan sampai menjadi pemecah. Tapi
justru menjadi pemersatu. Membuat kita semakin kaya sebagai bangsa. Karena itu,
Bapak Wapres ditugaskan Bapak Presiden
untuk menjadi leading dalam rangka meningkatkan kerukunan antar umat
beragama,” jelas mendagri.
Salah satu instrumen pendukungnya, sambung mendagri, melalui
penguatan FKUB. Namun tak semua pemda menaruh perhatian untuk membentuk dan
melakukan penguatan kelembagaan FKUB.
Kurangnya perhatian terhadap FKUB ini, menurut Tito, karena
tidak dianggarkan di APBD. Padahal urusan keagamaan masuk dalam urusan absolut
di UU No: 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Oleh sebab itu, wacana pembentukan FKUB di tingkat nasional
diusulkan untuk mengakomodir gerakan kerukunan umat beragama, terutama menghindari
konflik beragama.
” Karena kalau mengacu pada pengamatan kita di
daerah yang FKUB-nya aktif, relatif kerukunan keagamaannya juga baik. Sehingga
potensi konflik sosial yang didasarkan pada faktor keagamaan juga minim,”
imbuhnya. yb/*/foto: ist)
