BANJARMASIN, banuapost.co.id– Mengantisipasi pandemi Covid-19 yang kini sudah ada di Indonesia, Bank Kalsel terpaksa menunda HUT-nya yang ke-56 hingga waktu kembali normal.
Begitupun semua event yang sudah disiapkan untuk memeriahkan
milad, seperti DIGIRUN 10K yang
pesertanya lebih 1.200 orang, juga ditunda.
“Segera akan kita sampaikan ke publik terkait ditundanya
even DIGIRUN 10K. Bagi mereka yang mengundurkan diri, kami juga menyediakan
layanan pengambilan uang pendaftaran,” ujar Direktur Utama Bank Kalsel, Agus Syabarrudin,
dalam jumpa pers, Senin (16/3).
Menyinggunmg soal layanan di tengah bemunculan korban akibat infeksi
virus asal Provinsi Wuhan, Tiongkok itu, menurut Agus, Bank Kalsel tetap
memberikan layanan sebagai bentuk komitmen mendukung pemerintah daerah ikut
memimalisir penyebaran virus.
Meski demikian, kesiagaan Bank Kalsel tetap ditingkatkan untuk
melindungi karyawan maupun nasabahnya dengan memetakan situasi dalam beberapa
warna.
“Misalnya warna hijau, berarti belum ada yang terpapar
atau suspect virus korona di sekitar kantor cabang,” jelas Agus.
Selama masih hijau, lanjut Agus, kegiatan operasional
berjalan seperti biasa. Begitupun jika kondisi warna kuning, situasi di sekitar
kantor cabang sudah ada suspect.
“Kegiatan operasional tetap berjalan, tapi ada perhatian
khusus,” imbuhnya.
Sedang jika warna jingga, sambung Agus, ditenggarai ada pegawai
atau keluarganya yang terinfeksi virus. Dalam kondisi ini, operasional kian ditingkatkan
kesegiaannya.
“Tindakan yang dilakukan, selain evaluasi, pegawai juga
dilarang bepergian, termasuk dengan keluarganya diperiksakan ke rumah sakit
yang telah ditunjuk pemerintah.
“Sementara kalau posisi merah, status awas berupa
isolasi. Pegawai atau keluarganya yang positif terinfeksi virus korona, sudah
kami siapkan penangannya,” ujar Agus.
Dalam situasi pandemi sekarang ini, menurut Agus, Bank
Kalsel sudah membentuk Siaga Corona Center sebagai gugus tugas menjaga,
mengantisipasi kian mewabahnya Covid-19 itu.
“Alhamdulillah sampai sekarang kita aman. Bahkan tiap
hari dari Divisi Human Capital, mendata karyawan Bank Kalsel, bagaimana
perkembangannya,” ujar Agus.
Begitu pula kepala cabang, sambung Agus, juga diminta
laporannya setiap hari. Ada formnya, temasuk juga untuk keluarga karyawan. (yb/foto: ist)