MUARA TEWEH, banuapost.co.id– Bupati Barito Utara, H Nadalsyah, mengintruksikan sekolah TK hingga SMP, diliburkan. Kebijakan berlaku mulai Rabu (18/3) hingga dua pekan ke depan, guna berpartisipasi penyebaran Covid-19. Tidak hanya itu, semua kegiatan berkumpulnya massa, juga ditunda.
Sebelum memutuskan kebijakan, Koyem memanggil Plt Kadisdik
Syahmiludin A Surapati ke ruang kerja Kantor Bupati, Jl Ahmad Yani Muara Teweh.
“Diputuskan mulai hari ini hingga dua minggu ke depan,
sekolah dari jenjang TK/PAUD, SD/MI dan SMP/MTsN, diliburkan,” tandas Koyem
di dampingi Plt Kadisdik Syahmiludin.
Sejauh ini, aktivitas masyarakat di Muara Teweh berjalan
normal. Pemkab Barito Utara memastikan belum ada penderita virus korona.
Kendati drmikisan, ada 2 pasien dalam pengawasan. Namun keduanya pasien, tidak
ada kaitan perjalanan.
Salah satunya meski memiliki perjalanan ke China, sudah
dipastikan negatif Covid-19. Kemudian satu pasien lagi dalam pengawasan, telah
dipelajari trackingnya. Pasien yang memiliki riwayat perjalanan ke Bogor, sedang
diambil sampel pemeriksaan. Kini sedang menunggu hasil sampel dari
laboratorium.
Bupati meminta RSUD Muara Teweh dan seluruh Puskesmas,
siaga dengan mencermati pasien yang berkunjung.
“Lakukan pendataan tracking pasien. Jika ada
tanda-tanda Covid-19, segera lakukan tindakan awal,” tegas Koyem.
Lebih lanjut, Koyem mengimbau warga untuk bekerja sama
dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang telah menyebar di Indonesia.
“Tolong kerja sama dari semua pihak, supaya bahu
membahu mengatasi penyebaran Covid-19,” pungkasnya.
Sementara Plt
Kadisdik Barut, Syahmiludin A Surapati, mengatakan, untuk yang saat ini
melaksanakan ujian sekolah/USBK kelas 9, sesuai keputusan bersama unsur
pimpinan, agar tetap diselesaikan sesuai jadwal. Setelah itu baru diliburkan.
Sedang bagi sekolah yang diliburkan, agar orangtua siswa
melakukan pengawasan pembelajaran di rumah. Keamanan dan kesehatan siswa selama
di rumah, sepenuhnya menjadi tanggung jawab orang tua masing-masing.
Berdasarkan data Disdik, untuk TK/PAUD/SPS/TPA sebanyak
221 sekolah dengan jumlah 4.584 orang, SD/MI sebanyak 185 sekolah dengan jumlah
peserta didik 2.807 orang, dan SMP/MTs 45 sekolah dengan jumlah 2.419 orang. (arh/foto: ist)