BANJARMASIN, banuapost.co.id– Penulis novel yang karyanya laris di pasaran, dr Gia Pratama, berbagi tip tata cara menulis.
Menurut novelis: “Berhenti
di Kamu”, menulis itu yang terpenting ada polanya, yaitu siapa karakternya, apa
yang dikejar dan apa tantangan-tangannya.
“Namun yang
terpenting lagi dari semua itu, tulisan bisa memberikan inspirasi bagi pembaca,”
ujar dr Gia, ketika membahas karya best sellernya, Berhenti di Kamu.
Tip cara menulis ini dijelaskan dr Gia dalam Embara Buku
dan Temu Penulis dengan tema: “Mengulik Proses Kreatif di Balik Sebuah Karya”
yang digelar di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel, Sabtu (14/3) pagi. Selain novelis dr Gia
Pratama, Dispersip Kalsel juga mendatangkan CO Penerbit Mizan, M Arif Luthffi.
Dalam kegiatan
yang terbuka untuk umum tersebut, hampir
semua novel, termasuk “Berhenti di Kamu”, tidak ditampik dr Gia merupakan cerita pengalaman pribadinya.
“Dari
pengalaman yang kemudian disusun hingga menjadi novel, saya berharap bisa memberikan
inspirasi bagi pembaca,” imbuh dr Gia Pratama.
Sementara CO
Penerbit Mizan, M Arif Luthfi, lebih banyak menjelaskan proses kreatif industri
perbukuan dengan berbagai inovasi.
Tingkatkan
minat baca
Sedang Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan
Perpustakaan Dispersip Kalsel, Wildan Akhyar, berharap dengan adanya acara dengan
mendatangkan orang-orang hebat ini, jumlah pengunjung ke perpustakaan akan
meningkat, sekaligus menunjukan minat baca masyarakat juga meningkat.
“Tujuan lainnya, untuk mempromosikan perpustakaan serta
memotivasi masyarakat, terutama anak-anak muda agar semakin mencintai buku dan
gemar membaca.
Seperti diketahui, Dispersip Kalsel sebelumnya juga
mendatangkan penulis-penulis kenamaan Indonesia lainnya, seperti Habiburrahman EL
Shirazy alias Kang Abik, Boy Chandra, Ahmad Fuadi, dan beberapa penulis
lainnya. (ham/foto: hamdiah)