BANJARMASIN, banuapost.co.id– Karomah KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani, tampaknya barokah bagi semua umat. Bahkan di Haul ke-15 Ulama Kharismatik yang akrab disapa Abah Guru Sekumpul, juga dirasakan warga Banua, meski non muslim.
Leny Kesuma, warga keturunan,
misalnya, mengaku turut merasakan kebahagian yang nilainya tak bisa ditukar
dengan apapun. Berkat karomah itu pula, kebersamaan dan silaturahmi Leny
kembali terajut dengan rekan-rekannya
yang terpisah puluhan tahun.
Menurut Leny, sejak
menamatkan SMP, 1987, di Kota Sampit, Kotim, Kalteng, kurun waktu itu juga komunikasi
dengan rekannya se kelas terputus. Leny ketika itu diajak orangtua hijrah ke
Banjarmasin, Kota Seribu Sungai.
“Namun berkat Haul
Tuan Guru Sekumpul, saya bisa ketemu teman-teman sekolah yang sudah 30-an tahun
tidak bertemu,” ungkap Leny sumringah di tengah kebahagiaan merajut
kembali silaturahmi dengan rekan-rekannya se kelas ketika di Sampit dulu, Senin
(2/3).
Begitu bahagianya,
Leny menjamu teman-teman sepulang dari prosesi acara haulan, berbagi
kebahagiaan sekaligus merajut kembali hubungan yang terputus hamir seperempat
abad lebih.
“Saya sengaja menyuruh mereka untuk bersinggah ke rumah kami, sebelum pulang ke daerah masing-masing sekadar untuk menyantap jamuan yang kami siapkan,’ ujar ibu dari empat putri itu.
Bahkan warga yang
berdomisili di Km 10 tersebut, mengaku turut tersentuh hingga membuat rest area
untuk warga, terutama sahabat-sahabatnya yang datang dari kejauhan, agar
bersinggah usai pulang menghadiri acara haulan tersebut.
“Semoga berkat Haul
Tuan Guru Sekumpul, rasa kebersamaan dan silaturahmi terus terjalin,” ucap Leny
dengan suara tersendat.
Seperti halnya Leny, begitu
juga dengan Uwah, warga Banjarbaru yang
juga PNS di salah satu RS setempat, merasakan hal yang sama.
“Safaat yang beliau
ajarkan kepada khalayak menjadi panutan, itu tak bisa dipungkiri. Ini karena
ketokohan dan kefamiliaran beliau mensiarkan agama dengan sempurna,’ ucap Uwah.
Karena itu, lanjut
Uwah, pertemuan dengan rekan-rekannya yang terputus sudah 30-an tahun berkat kehadiran
di Haul ke-15 abah Guru Sekumpul.
“Alhamdulillah, sangat
tak disangka bisa ketemuan disini karena
barokahnya Haul Abah Guru Sekumpul di Martapura ini,” tandas Uwah
sumringah.
Kebahagian juga
diungkap Yusmandi, yang tinggal di Desa Bangendang Hilir, Kecamatan Mentaya
Hilir Utara (MHU), Kotawaringin Timur, Kaliamantan Tengah (Kalteng). Yusmandi hadir
di acara Haul ke-15 Abah Guru Sekumpul bersama teman-teman dari Desa Bangendang
Hilir.
Usai acara dan mau balik
ke kampong halaman, diundang sahabat lama melalui pesan WhasApp (WA) untuk
reuni dadakan, sekaligus dengan santap siang.
“Alhamdulillah,
bisa ketemuan disini. Kami sangat berterima kasih kepada keluarga Leny yang
menjamu makan siang dengan menu sangat lengkap. Mudah-mudahan berkat karomah
Tuan Guru Sekumpul, pintu rejekinya kian terbuka,” ucap Yos, sapaan
akrabnya. (umr/foto: ist)