MARTAPURA, banuapost.co.id– Kekalahan atas Bali United di pekan kedua Liga 1 di Stadion Demang Lehman Martapura, Jumat (6/3) malam, membuat Barito Putera kian tengglam di dasar klasemen.
Sebelumnya dalam laga pertama, pekan lalu di Madura,
Laskar Antasari, julukan Tim Barito Putera, dipermalukan klub kebanggaan masyarakat
Pulau Garam dengan skor 4 – 0.
Begitupun di hadapan pendukungnya sendiri di stadion yang
berada di Kabupaten Banjar itu, Barito Putera harus mengakui Bali United, 1 – 2.
Kekalahan ini seperti mengulang start buruk musim lalu.
Sehingga dengan kekalahan ini, menjadi peringatan bagi tim besutan Djadjang
Nurdjaman. Karena saat ini di posisi paling dasar klasemen.
Dua Gol Bali United diciptakan pemain naturalisasi,
Stevano Lilipaly menit 15 dan Lerby Eliandri menit 66. Penyerang muda Barito
Putera yang baru masuk, Kahar Mussakar, membalas satu gol di menit 84.
Awal baak pertama, Barito langsung menggebrak. Percobaan
pertama datang dari Rakic. Namun tendangannya di meit ke-5, masih lemah.
Berikutnya, tandukan Rakic menyambut umpan silang Rizky
Pora. Lagi-lagi mampu ditepis kiper Bali, Wawan Hendrawan.
Petaka justeru datang untuk Barito. Fadil yang
mengirimkan umpan silang dari sisi kiri, disontek Lilipaly tanpa bisa dijangkau
Riyandi. Bali United unggul lebih dulu 1-0.
Absennya Bayu Pradana yang cidera di lini tengah, sangat
terasa di tim Barito. Sementara Ferdiyansyah yang dipercaya pelatih Djadjang,
sebagai penguasa lini vital ini, tidak berjalan sempurna.
Akibatnya tim tamu justru mendapat beberapa kali peluang,
hingga mengancam gawang M Riyandi.
Peluang emas didapat Islame Pinto. Meski sudah berhadap-hadapan dengan kiper Wawan. Namun
lambatnya mengambil keputusan, bola sempat direbut pemain belakang Bali United.
Di menit terakhir babak pertama, sempat terjadi keributan
antara kedua tim. Namun tidak berlangsung lama setelah wasit mengambil
tindakan.
Babak kedua baru saja berlangsung, Fahmi Al Ayyubi
langsung mengancam. Untung tendangannya melenceng di samping gawang Riyandi.
Baru berlangsung 10 menit, Barito melakukan pergantian
pemain. Ilham Udin Armaiyn masuk menggantikan Ambrizal Umanaillo.
Berikutnya, Delfin Rumbino dimainkan Djanur, sapaan akrab
arsitek Barito Putera itu, menggantikan Ferdiyansyah. Alih-alih memperkecil
ketertinggalan, justru semakin tertinggal, 2 – 0.
Proses gol kedua pun hampir sama, dengan aktor pengumpan
yang sama juga, setelah Lerby mampu memanfaatkan sontekan umpan cantik Fadil.
Barito mencoba mengejar ketinggalan defisit gol. Tandukan
Rakic, masih melebar di atas mistar gawang Wawan.
Berikutnya Pora yang meliuk-liuk lepas dari pemain
belakang lawan, melepaskan umpan ke mulut gawang Wawan. Namun Rakic yang
menyonyek, bolanya masih melambung.
Kahar Kalu dimasukan untuk memecah kebuntuan menggantikan
Islame Pinto. Kahar pun memberi bukti. Tendangan spekulasi Pora dalam kotak penalty,
mampu dibelokkannya, hingga bola masuk ke gawang lawan.
Gol Kahar membangkitkan semangat peman Barito. Peluang
kembali didapat berkat kerjasama apik Delfin dan Pora, diakhiri dengan tendangan
melengkung. Namun melenceng di samping gawang.
Sementara Bali United yang sudah di atas angin dengan
kemenangan 2 – 1, mengulur-ngulur waktu, bertingkah banyaknya pemain berpura-pura cidera.
Di Ijury time, dua peluang dari Kahar dan Rakic, masih
belum mampu mengubah kedudukan. Hingga pluit panjang dibunyikan, skor tetap 2-1
untuk tim tamu. (yb/imn/foto: iman)
Susunan
pemain
Barito
Putera: M Rihandi; Bagus Kaffa, Cassio De Jesus, Ok John, Adi
Utama; Yashir Pinto, Ferdiansyah (Delfin), Sekulic, Rizky Pora, Umanailo (Ilham
Udin), Aleksandar Rakic
Bali
United: Wawan H., Dias Angga, Leonard T., W., Pacheco, Ricky
Fajrin, B. Nouri, Fadil (C), S. Lilipaly, Fahmi Al Ayyubi, M. Platje, Lerby
Eliandri.