PALANGKA RAYA, banuapost.co.id– Teka-teki meninggalnya pasien 01 di antara 7 pasien di ruang isolasi RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, Senin (30/3) sekitar pukul 10:00 WIB, akhirnya terjawab.
Meski sempat dinyatakan positif terinfeksi virus korona,
pasien rujukan awal di RS tersebut, karena serangan jantung, terakhir sebelum
tutup usia dinyatakan negatif.
Namun rupanya nasib berkata lain. Ketika direncanakan
akan dipndahkan ke ruang perawatan lain karena sudah negatif Covid-19, serangan
jatung datang.
Soal akibat serangan jantung ini dikemukakan Kadinkes
Kalteng, Suyuti Syamsul dalam rilis melalui media sosial di ruang Gugus Tugas
Covid-19 Kalteng, Senin (30/3) sore.
“Pasien 01 berjenis kelamin laki-laki, meninggal dunia
akibat serangan jantung, setelah sebelumnya Tim RSUD dr Doris Sylvanus menerima
hasil tes swab kedua dari laboratorium Litbang Kemenkes yang menyatakan pasien negatif
atau sembuh,” jelas Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kalteng itu.
Sebelummya, sambung Suyuti, pasien berusia 55 tahun
tersebut diisolasi di RSUD rujukan dengan riwayat penyakit jantung. Namun dalam
pemeriksaan, sebagaimana hasil sampel, pasien positif terinfeksi virus korona
karena mempunyai riwayat perjalanan ke luar negeri.
Warga Kota Palangka Raya yang bertatus PNS itu, merupakan
satu-satunya pasien positif yang sembuh dari terinfeksi virus korona setelah
tim medis memberikan perawatan intensif.
Sementara data Media Center Gugus ugas Covid-19 Kalteng
per Senin (30/3) pukul 15:00 WIB, jumlah Orang Dalam Pamantauan (ODP) kian
melonjak menjadi 545. Padahal se hari sebelumnya, terdata 438 orang.
Sedang Pasien Dengan Pengawasan (PDP), berjumlah 39 orang
yang dirawat di dua rumah rujukan penyakit Covid-10, baik di Kota Palangka Raya,
maupun di RS Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat. (yb/din/foto: ist)