MUARA TEWEH, banuapost.co.id– Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Barito Utara yang sebelumnya hanya berada di status sedang, naik menjadi tinggi di angka 65,12 menjadi 70,52 pada 2019.
“Status IPM kita dari yang berstatus sedang naik menjadi
berstatus tinggi pada 2019,” kata Kupati Barito Utara, H Nadalsyah, saat
menerima kunjungan Kepala BPS setempat, Ahmad Nasrullah, Selasa (3/3).
Menurut Koyem, sapaan akrabnya, meningkatnya IPM didasarkan
pada komitmen Pemkab Barut yang terus memacu peningkatan pembangunan manusia.
Di antaranya, pertama, pemerintah perlu memacu laju
pertumbuhan Indeks Kesehatan, Indeks Pengetahuan dan Indeks Standar Hidup Layak.
Selain itu, upaya peningkatan laju pertumbuhan indeks
kesehatan dengan perbaikan derajat kesehatan masyarakat, dimana meningkatnya
Angka Harapan Hidup yang menunjukkan tingkat kematian yang dilihat dari sisi
harapan hidupnya.
“Kita telah berupaya dengan pembangunan rumah sakit yang
telah diresmikan penggunaannya pada awal 2018. Peningkatan status puskesmas
menjadi puskesmas rawat inap. Mengaktifkan posyandu dengan berbagai kegiatan
pelayanan kesehatan, serta kegiatan-kegiatan lainnya,’ jelas Koyem.
Kemudian, sambung Koyem, meningkatkan mutu pendidikan,
baik dari segi ketersediaan fasilitas pendidikan, kualitas tenaga guru maupun
keterjangkauan biaya pendidikan.
“Terakhir, infrastruktur jalan yang secara masif
dilaksanakan pembangunannya. Dengan infrastruktur yang baik, dapat mendukung
peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan dan taraf ekonomi masyarakat,”
katanya.
Pemerintah daerah, lanjut Koyem, masih akan terus
berupaya agar kualitas infrastruktur jalan bisa terus ditingkatkan demi
keterjangkauan fasilitas kesehatan, pendidikan dan pemerataan perekonomian di
wilayah kabupaten Barito Utara yang lebih mantap lagi. (arh/foto: ist)