JAKARTA, banuapost.co.id– Kerja sama antara label musik ProAktif dengan pesinetron dan juga penyanyi Syakir Daulay, berujung ke ranah hukum.
Pihak label yang telah melahirkan puluhan penyanyi top ini, mempertanyakan sikap Syakir yang telah melanggar kesepakatan. Bahkan belakangan cenderung membangun opini seolah-olah terzolimi.
Ketidakkonsistenan ditunjukkan setelah lagu Aisyah Istri Rasulullah yang diproduksi ProAktif dan dibawakan Syakir Daulay, menjadi tranding no 1 di channel youtube.
“Kerja sama pada awalnya baik-baik saja, bahkan Syakir memenuhi apa yang menjadi kewajiban dia sebagai penyanyi. Tapi ketika lagu Aisyah Istri Rasulullah menjadi hits dan tranding, dia mulai susah diajak koordinasi,” kata Restu Mahardani, Vice CEO Label ProAktif, Rabu (6/5).
Sikap yang ditunjukkan, lanjut Restu, sangat mengecewakan. Di antaranya dengan mengungkit kembali kontrak kerja sama pembelian channel youtube yang sudah di tandatangani.
“Ini kan aneh. Kalau mau mempermasalahkan seharusnya sejak awal,” imbuh Restu.
Awal mula kerja sama, sambung Restu, berangkat dari keinginan pihak Syakir untuk menyerahkan pengelolaan channel youtube yang isinya vlog itu ke pihak ProAktif.
“Tentu kami tidak begitu saja menerima kerja sama itu. Kami lewat tim, melakukan analisa secara komprehenship terkait channel Syakir Daulay. Hasil analisa tim digital kami, prospek channel itu tidak visible secara bisnis. Jadi kami tidak berani ambil,” jelas Restu.
Menurut Restu, hasil analisa argoritma verenue channel tersebut dalam 6 bulan terakhir pendapatan per bulannya minim.Tapi dilandasi niat baik dan ingin membantu, akhirnya dicapai kesepakatan dengan pengambil alihan secara full, dimana Syakir tetap mendapatkan royalti sebagai penyanyi atau pengisi audio visual untuk semua platfom digital.
“Tapi dia mulai mengingkari dengan mengatakan, channel itu masih milik dia, bahkan dengan dalih mau kembalikan uang dan lain-lain. Kita kan jadi bingung dengan sikapnya,” ujar Restu.
Menurut Restu, sikap Syakir yang di dukung keluarganya, mulai tidak konsisten. Padahal ruang dialoq secara kekeluargaan juga sudah diupayakan. Tapi tidak dimanfaatkan secara baik, bahkan cenderung kontra produktif.
Bahkan dalam postingan di sosmednya, cenderung melakukan fitnah, dengan mengatakan proAktif channel youtube nya telah dibajak orang.
“Kami sudah meminta dia melakukan klarifikasi dan permintaan maaf atas postingannya, tapi tidak dia lakukan. Makanya kami menempuh jalur hukum,” katanya. (yb/eko/foto: ist)