PELAIHARI, banuapost.co.id– Puncak peringatan bersih=bersih se dunia, World Cleanup Day 2020, di Gunung Birah, Desa Kandangan Lama, Kecamatan Panyipatan, Tanah Laut, Sabtu (19/9), angkut sedikitnya 1.100 kg sampah.
Kegiatan diikuti Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanah Laut beserta jajaran, Camat, Kapolsek, Danramil Panyipatan, 58 komunitas lingkungan dan organisasi kemasyarakatan, serta diikuti sekolah Adiwiyata, SMA 1 Jorong dan SMA 1 Pelaihari.
Pekan WCD 2020 Tanah Laut yang dihelat sejak 16 Septemebr itu, secara keseluruhan telah mengumpulkan 700 kg sampah organik berupa dedaunan dan sisa makanan yang akan digunakan sebagai bahan baku pupuk kompos.
200 kg sampah an-organik berupa botol plastik, gelas plastik, kertas dan kaleng minuman yang selanjutnya akan dikelola komunitas Bank Sampah, dan residu campuran sebanyak 200 kg.
Dalam rangkaian bersih-bersih Gunung Birah ini, juga diserahkan bantuan masker, 8 unit bak tampung sampah, peralatan kebersihan dan pembangunan bak tampung sampah sementara (TPS) oleh DPRKPLH kepada pengelola Gunung Birah.
Sebelum aksi bersih-bersih, seluruh peserta kegiatan melakukan “Deklarasi Lawan Sampah, Lawan Covid-19 Bersatu untuk Indonesia” dengan menandatangani spanduk sepanjang 6 meter yang selanjutnya diserahkan kepada pihak terkait.
Sepanjang kegiatan tidak henti-hentinya panitia dan pembawa acara kegiatan menyampaikan tentang protokol kesehatan di tengah pandemi.
Mursyi, Kepala DPRKPLH Tala, dalam sambutan pengarahan kegiatan, memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan WCD dan mengingatkan akan pentingnya penanganan sampah yang semakin menjadi momok dalam kerusakan lingkungan.
“Sampah menjadi musuh bersama, kita lawan agar lingkungan tetap lestari,” katanya.
Sementara Eka Prasetya Aneba, Project Head Officer Cyber Adventure Indonesia, memberikan apresiasi atas kerjasama semua pihak dalam pelaksanaan WCD di Tanah Laut,
“Sampai jumpa di gelaran World Cleanup Day tahun depan. Tetap jaga kesehatan dan pertahankan perilaku bebas sampah,” ucapnya. (zkl/foto: ist)